"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah... yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."
(QS Shad:27)
Pertemuan pertamaku dengan Nyamuk sangat berkesan bagiku. Kami sama-sama berjuang untuk bertahan hidup, beradaptasi dengan lingkungan yang dibuat oleh manusia. Aku yang berhasil beradaptasi dengan cara terbangku, mengajarkan Nyamuk cara untuk menghindari tabrakan dengan benda asing yang mendekatinya. Dan kini dia telah sukses menghindari tepukan tangan manusia bahkan raket listrik pun dapat ia lewati dengan selamat. Dia juga yang mengajariku untuk bersembunyi dari manusia.
Hidupnya lebih sengsara daripada aku, manusia yang katanya mempunyai akal perlahan-lahan menunjukkan kekafirannya dengan mengira bahwa nyamuk diciptakan tidak ada gunanya. Ada juga yang melihat dari sudut pandang ekonomi bahwa nyamuk membuka lapangan pekerjaan bagi penjual obat nyamuk, pabrik-pabrik obat nyamuk, dokter, apoteker, dan lain-lain. Tapi dari sudut pandangku, mereka hanya memanfaatkan peluang dari dampak negatif Nyamuk.
Satu hal yang lebih aneh untukku yaitu sebagian besar makhluk yang berakal itu mengira bahwa makanan nyamuk adalah darah manusia. Tidak percaya?? coba kau tanyakan 10 orang terdekatmu "MAKANAN NYAMUK ADALAH..." sebagian besar akan menjawab, darah manusia, sebagian lagi menjawab tidak tahu dan sebagian kecil tau jawabannya bahwa nyamuk itu vegetarian khususnya nyamuk berjeniskelamin laki-laki.
Pada suatu malam aku berbicara pada sahabat ku Nyamuk.
Kun : Hey Nyam! gimana kabarmu? masih jadi buronan manusia?
Nyam : aku baik-baik saja.. mereka masih membenciku padahal karena merekalah aku begini.
Kun : bukankah karena kau yang menghisap darah mereka, mereka jadi membencimu?
Nyam : kau pikir kami pemakan darah seperti cerita vampire buatan manusia itua apa?
Kun : bukan itu maksudku, tapi karena kau dituduh memberi penyakit seperti malaria dan DBD.
Nyam : nyamuk yang menghisap darah hanya nyamuk betina saja, itu juga karena kebutuhan amino saat reporduksi
Kun : memangnya darah manusia mengandung banyak amino?
Nyam : tentu saja tidak, aku lebih menyukai darah kerbau,tikus dan binatang lainnya.
Kun : lalu kenapa kau malah menghisap darah manusia?
Nyam : Karena populasinya lebih banyak dan kebanyakan dari mereka lebih malas bergerak daripada kerbau..
Obrolan kami akhiri dengan tawa karena menurut kami memang lucu bahwa manusia kini lebih malas bergerak daripada kerbau. Binatang yang lain mungkin terlalu gesit untuk digigit nyamuk.
Aku ingat ketika Nyamuk menghisap darah manusia yang terkena AIDS, Nyamuk tak pernah mati karena AIDS. Dia pernah menjelaskan padaku bahwa darah manusia mengandung sedikit sekali partikel virus HIV sehingga sistem pencernaannya dapat menjadi imun terhadap penyakit AIDS. Mungkin ini bisa dipelajari dunia kedokteran untuk memerangi penyakit AIDS ke depan. Salah satu dampak positif bukan dari nyamuk?
Berbicara soal dampak positif nyamuk, aku memikirkan bahwa sebenarnya nyamuk bermanfaat bagi manusia jika saja manusia yang punya akal itu berpikir. Tubuh manusia membutuh 23 asam amino dan 8 asam amino berasal dari luar tubuh seperti daging. Daging mengangdung darah dan lemak yang memiliki asam amino sebanyak 15-200.000, nyamuk menghisap darah pada kerbau,sapi dan lain-lain untuk mendapatkan amino dalam darah sehingga mengurangi amino daging agar tubuh manusia mendapatkan amino yang cukup.
Kelebihan amino dalam tubuh manusia akan menjadi racun yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah menyebabkan tekanan darah tinggi. Jika penyumbatan pembuluh darah pada jantung akan menyebabkan jantung koroner dan jika peyumbatan itu berada di otak maka dapat menyebabkan stroke pada manusia. Coba nyamuk itu di fasilitasi untuk memakan darah kerbau atau sapi. Manusia akan aman memakan daging meski sudah mencapai usia di atas 60 tahunan karena asam amino tidak berlebihan.
banyak kan dampak positif nyamuk?
coba deh kalian manusia yang berakal renungkan...
No comments:
Post a Comment