Wednesday, December 4, 2013

Kebebasan bukan tanpa aturan...

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sinetron Indonesia.. ya judulnya kalau gak salah “Hanya Tuhan **** Tahu” (sengaja gak ditulis semua, pada tahukan judulnya?). Ya dalam sinetron tersebut terdapat suatu desa yang benar-benar bebas. Tidak ada aturan, bahkan tidak boleh ada agama yang diajarkan kepada penduduk desa tersebut. Sekilas teringat sebuah paham yang disebut sekularisme. Suatu paham yang menyatakan suatu instuisi harus berdiri terpisah dari sebuah agama atau kepercayaan. Mungkin paham ini mencoba menjelaskan bahwa sesuatu hal harus dilakukan berdasarkan logika atau berlandaskan sesuatu yang bersifat logis bukan sekadar kepercayaan.

Sebenarnya agak berbeda sih sinetron yang saya tonton dengan paham sekularisme ini namun yang akan saya bahas di sini adalah dampak jika Agama dijauhkan dari suatu lingkungkan. Bisa kita bayangkan bila tidak ada larangan di dalam agama untuk membunuh,mencuri,berbohong, menipu atau bertindak asusila maka kita mungkin tidak akan percaya bahwa hal tersebut adalah sebuah kesalahan. Bila tidak ada imbalan surga, maka apa yang akan memotivasi kita untuk berbuat baik? Semua telah jelas diatur oleh yang maha menciptakan kita tapi masih banyak yang gak mau diatur ini dan merasa dia punya kebebasan yang sebebas bebasnya.

Mungkin ada beberapa orang yang tidak percaya adanya tuhan, seperti sinetron yang saya tonton yang kebanyakan preman-preman yang tidak percaya bahwa tuhan itu ada. Mereka melakukan seperti itu karena kekecewaan mereka atas apa yang ia dapatkan padahal usahanya tidak ada. Dalam dunia nyata, terdapat beberapa ilmuwan yang jenius yang juga tidak percaya dengan tuhan bahkan meneliti keberadaan tuhan dengan mencari molekul-molekul. Tapi sebenarnya bukan berati tuhan tidak ada, tuhan bukan mau menyembunyikan dirinya dan sengaja tidak dilihat dan tuhan juga tidak ingin yang diciptakanNya memikirkan asal usulNya melainkan tuhan tau sebatas apa kemampuan yang Ia ciptakan. Dalam agama saya dikatakan bahwa manusia tidak akan sampai bila memikiran tentang zat Tuhannya. Bahkan Nabi Musa aja, seorang nabi, ingin melihat Tuhannya maka Tuhannya menyuruhnya untuk melihat matahari, melihat matahari saja manusia sudah lemah bagaimana jika melihat sang penciptanya?

Ada sesuatu hal yang kadang akal kita tidak mampu memikirkannya. Adakalanya kita cukup meyakininya. Bukankah Tuhan sudah mengatur aturan hidup kita dalam agama kita masing-masing? Yang perlu kita lakukan adalah mencari kebenarannya dan meyakininya. Memang tidak salah sih jika sesuatu hal berjalan logis. Permasalahnnya adalah pernah kah kau berpikir manusia melakukan kesalahan berulang-ulang dan Tuhan tahu itu, oleh sebab itu tuhan membuat aturan dalam kehidupan agar kita tidak melampaui batas. Aku membuat gambaran seperti ini :

Bayangkan manusia zaman dahulu sering melakukan tindakan asusila mengikuti insting atau nafsunya seperti hewan, dan lama kelamaan moral suatu bangsa itu bobrok. Datanglah seseorang yang tuhan beri amanah untuk memperbaiki moral tiap manusia. Para manusia diberikan ilmu, diberi tahu yang mana yang baik dan yang mana yang salah. Lalu dijelaskan sebab akibatnya. Nah ketika orang yang diberi amanah ini wafat lalu ada penerusnya dan seterusnya hingga suatu saat manusia kembali ke sifat dasarnya dan melakukan kesalahan. Ada manusia yang masih percaya dengan apa yang disampaikan oleh orang-orang di masa lalu, ada juga yang tidak percaya. Nah yang percaya ini pasti tahu bahwa tindakan tersebut itu sebagai sesuatu kesalahan sedangkan yang tidak percaya pasti perlu melakukan kesalah tersebut dan merasakan dampak dari kesalahan untuk menyatakan bahwa hal tersebut salah.
Itu mungkin salah satu contoh saja, bayangkan berapa banyak larangan yang sudah tuhan atur untuk kita semua? Hal yang terjadi di masa lalu yang perlu kita jaga dan yang perlu kita perbaiki, jika semakin dikit yang percaya dengan aturan tuhan ini maka sudah pasti manusia akan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang hingga mungkin dapat merusak lingkungan hidupnya.

Ya semoga ada hikmah dari tulisan ini :D

Terima Kasih sudah membaca