Wednesday, October 29, 2014

Sebuah Renungan untukku

Aku kini sampai di suatu zaman..
Yang manusianya sulit membedakan..
Antara kebenaran dan kebatilan..
Apakah mereka sudah tak punya pedoman?

Segala sesuatu kini menjadi abu-abu
Hitam dan Putih seakan menyatu
Coba tanyakan pada hatimu..
Apakah ia juga tak tau perbedaan itu?

...............................

Untaian kata-kata di atas merupakan gambaran pikiranku saat ini. Teringat masa laluku di saat orang berani menegur orang melakukan kesalahan dengan baik. Contoh saja bila guru mu merokok di sekolah dan punya tattoo, sebagai murid kita bisa menegur dan mengingatkan guru tersebut atau teman-teman gurunya bisa menasihati guru tersebut. Namun di zaman kini bila guru itu merokok lalu kita coba menasihati atau mengkritik, kita akan disalahkan oleh lingkungan. Mereka bilang guru itu lebih hebat, dia telah membuat banyak siswanya lulus sekolah, punya prestasi lah sebagai guru, masa gara-gara merokok kau menilai dia buruk? Biarkanlah sikap pribadinya menjadi urusannya, itu bukan urusanmu. Lagi pula apa ngaruhnya dia ngerokok atau nggak sama hidup mu?

Seringkah anda mendapat respons seperti itu di zaman ini?

Bukannya aku mau menggurui, tapi sosok-sosok yang jadi panutan, baik pemimpin negeri, pemimpin instansi, pemimpin sekolah, guru atau pemimpin keluarga sekalipun akan menjadi contoh bagi generasi selanjutnya. Bayangkan ketika satu hal yang salah kita biarkan. Dengan sendirinya generasi selanjutnya akan berpikiran bahwa kesalahan itu hal yang wajar. Maka wajar di Indonesia ditemukan Balita yang bisa merokok lebih dari 1 bungkus tiap harinya.


Itu baru hal dari merokok. Mungkin nanti ciuman,pelukan, bahkan berbikini menjadi hal yang dianggap wajar oleh generasi berikutnya. Coba tanyakan sekali lagi pada hatimu, apakah engkau ingin melahirkan suatu generasi yang seperti itu? Saat mereka tak bisa membedakan salah dan benar semua hal salah bisa dianggap benar dan begitu sebaliknya.