Tuesday, June 7, 2016

Hikmah Hari Kedua di bulan puasa

Hal menarik di awal bulan puasa kali ini adalah..


Membaca pengalaman mualaf yg baru masuk islam berpuasa di ramadhan pertama mereka...
Sangat menarik khususnya mereka yg jd minoritas di luar negeri.. kenapa sangat menarik? karena...

  1. di saat mereka baru mengenal islam dan masih belajar dari awal
  2. di saat adzan tidak dikumandangkan sebanyak di Indonesia, 
  3. di saat musim panas yg puasanya lebih panjang dari indonesia,
  4. di saat menjadi minoritas, bahkan cuma sendiri di keluarga / kotanya


Mereka menyambut Ramadhan dengan sangat antusias. Jangankan untuk taraweh berjamaah... menentukan kapan mulai puasa dan berbuka bagi mualaf ini aja sudah membuatku kagum ... belum lagi mereka sangat antusias mencari ilmu tentang islam.. ini membuat saya lebih bersemangat seperti mereka yang haus akan ilmu.
Harusnya saya lebih excited lagi dalam bulan yang suci ini :)

Ibaratnya orang kaya sedekah wajar.. misalnya dari penghasilannya 100 juta setahun dia sedekahkan sekitar 5 juta atau 5%... namun bagi orang yang penghasilannya 24 juta setahun dan sedekah 100rb setiap bulan punya nilai yang lebih dalam kualitasnya meski kuantitasnya lebih kecil.. dan juga dari segi kontinuitasnya sekali walaupun nominalnya besar dengan beberapa kali meski dengan nominal yang kecil pasti ada balasan yang berbeda.

Bukan masalah seberapa sering kita membaca Al-quran agar dapat khatam tanpa mengetahui artinya..bukan sekadar banyak hafalan saja.. tapi bagaimana kita mempelajari dan mengamalkan..

Namun bukan berarti kuantitas tidak penting, justru kuantitas itu sangat penting namun kualitaslah yang akan membuatnya menjadi lebih bermakna.

Semoga Ramadhan kali ini bisa menjadi insan yang lebih baik lagi...aamiin..

#noteToMyself

Saturday, March 5, 2016

Terkadang Aku Dilema dan Kecewa

Dalam kehidupan ini terkadang ada kalanya sekeras apapun usaha yang kita lakukan, tidak dapat mewujudkan sebuah keinginan kita. Terkadang tak hanya usaha yang diperlukan, namun pengorbanan dalam suatu keputusan. Dan untuk melengkapinya terkadang cukup doa dan tawakal alias berpasrah diri karena ada yang Maha Kuasa untuk menentukan hasil yang pantas ataupun yang baik untuk kita dapatkan.

Hal yang kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan. Mungkin orang lain menilai usaha kita gak maksimal, pengorbanan kurang banyak atau bisa saja kita kurang mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Namun buat kita yang menajalankannya, mungkin itu udah kemampuan maksimal yang mampu kita lakukan. Ini kadang membuat dilema dalam kehidupan kita.

Dilema dalam memutuskan apakah akan terus berusaha meski kita nilai tak akan memberi perubahan. Dilema dalam menentukan apakah perlu untuk terus berkorban waktu, materi, atau mungkin perasaan meski apa yang dikorbankan juga tak akan membuahkan apapun selain kekecewaan.

Selain dilema, terkadang kita merasakan kecewa atau menyesal dengan keputusan yang kita pilih. Seperti menyesal tidak berusaha lebih keras atau menyesal karena usaha yang keras tidak menghasilkan sesuatu hal yang diinginkan. Terkadang kita berhenti untuk berpikir untuk menghilangkan keraguan atau dilema yang kita rasakan. Tak sering keputusan yang diambil awalnya baik. Seakan kita terus maju padahal tanpa sadar kita hanya berputar-putar pada jalan itu. 

Tak ada jalan lain untuk keluar dari lingkaran tersebut kecuali kita berkorban meninggalkan jalan itu. Namun memilih jalan lain kadang memberikan keputusan yang sulit yang akan membuat dilema kembali dan seakan-akan kita sering mendapat ujian remedial dalam kehidupan ini.

Friday, February 26, 2016

Jatuh pertama kali dari motor di tahun 2016

25 Februari 2016

Tanggal ini merupakan tanggal ulang  tahun adek gue yang ke 23. Tapi pada pukul 00.34 merupakan momen yang akan selalu teringat sama gue. Pada saat itu gue jatoh dari motor karena nabrak separator jalan. Kalau ditanya kenapa, ya jawaban gue cuma Ngantuk. hehehe

Saat itu gue baru balik abis silaturahim dari rumah guru,pengajar,pembimbing, senior sekaligus temen gue di daerah setiabudi bersama temen gue. Setelah dari rumah gue nganterin temen gw balik ke kosannya di daerah kuningan. Sebelum nganterin kita makan malam bareng karena hujan mengguyur kami.

Gue sama temen gue ini membicarakan banyak hal. Prestasi temen-temen kita, pekerjaan kita, rencana masa depan sampai permasalahan kita juga hahaha.. Ada cerita dimana gue terkesan iri dan gak bersyukur dengan apa yang gue dapet. Gue bandingin prestasi yang udah temen-temen gue raih ke dia, termasuk prestasi dia. Contohnya ada temen gue namanya wanda, dia orangnya supel dan mudah bergaul, kegiatan sosialnya sangat banyak, sering ikut kampanye tentang HIV/AIDS, pernah tampil di acara kesenian jepang bahkan ke jepang buat pentas. Dan saat ini dia melakukan penelitian di shelter yang memelihara anjing.

Ada lagi temen gue yang pengen menulis novel tentang cinta bersama sama anak yatim yang diambil dari pengalamannya mengurus anak yatim dari clubnya. Namanya Bayyinah dan clubnya Al-Bayyinah Charity (ABC) *klo gak salah hehehe.. Dia sering mengajak temen-temenya untuk memberikan donasi, baik berupa uang, buku pelajaran, atau waktu untuk sharing dan bermain dengan mereka. Menurut gue ini suatu prestasi tersendiri dalam mengurus anak yatim. Semoga Allah membalas kebaikan temen gue ini.

Dan ada temen gue yang baru lulus kuliah tapi udah menerbitkan buku lebih dari satu buku. Bukunya berisikan tentang kisah-kisah Rasul dan Nabi yang sangat inspiratif untuk anak-anak. Buku itu pun bisa bermanfat buat orang dewasa yang masih suka membaca dengan gambar seperti komik dan buku tersebut juga mencantumkan refrensi kisah tersebut dalam Alquran. Prestasi yang luar biasa menurut gue.

Satu lagi temen gue yang prestasinya luar biasa ya temen makan malam gue ini, namanya Riri. Selain karena dia alumni salah satu Universtias Terbaik di Indonesia khusunya jurusan akuntansi, Dia udah ke pelosok Indonesia di daerah Bima hanya untuk mengajarkan anak-anak disana agar anak-anak disana merasakan pendidikan layaknya di perkotaan. Tak hanya itu, dia pun berbagi pengalaman dengan guru-guru disana dan seakan-akan membangun keluarga baru dengan saudara-saudara satu bangsa disana. Suatu bentuk pengabdian terhadap pendidikan bangsa Indonesia.

Nah semua prestasi itu gue bandingkan sama prestasi gue yang gak ada apa-apanya. Cuma jadi PNS,kerjaannya rutinitas gitu-gitu aja dan sedikit membosankan. Mungkin gara-gara itu juga gue jadi belom dapat inspirasi untuk lanjutin nulis blog ini. Ketika itu gue ceritain ke riri, dia nasehatin gue kalau orang-orang itu mendapat prestasinya pasti dengan usaha dengan melewati permasalahan-permasalahan yang menyulitkan mereka. Seharusnya gue lebih bisa bersyukur karena banyak orang juga yang sebenarnya mau berada di posisi gue. Lalu kalau emang prestasi gue kurang ya gue harus lebih banyak berusaha meraih prestasi itu.

Selepas makan malam, gue anterin riri balik ke kosannya.Lalu saat pulang rupanya gue merasa sedikit mengantuk. Entah setengah sadar gue mengendarai motor yamah M3 gue sampai ke depok. Di pertengahan jalan, gue sempatkan isi bensin terlebih dahulu. Setelah isi bensin gue kembali mengendarai motor dengan setengah sadar sampai bener-bener auto-pilot. Tetiba gw terkejut saat depan motor gw udah ada separator jalan dan gw menabrak separator tersebut lalu terjatuh. Entah sadar atau nggak, gue mendengar banyak orang di sekeliling gue.

Pada saat itu udah tengah malam yang sudah pasti jalanan sangat sepi. Kondisi gue agak kurang sadar saat itu, gak ngelihat berapa orang yang bantuin gue cuma gedung Mitra 10 Depok yang terlihat menjulang ke atas. Salah satu diantara mereka sempet-sempetnya nyiram luka gue dengan klorofil. Entah darimana cairan klorofil itu tapi yang jelas gue ngerasa luka-luka gue agak terobati.

Mungkin setelah itu gue membuka mata, tapi fokus gue cuma pada motor gue bukan orang-orang sekitar. Gue mendengar salah satu diantara mereka bertanya dimana rumah gue. Lalu gue jawab di pitara deket jembatan serong sambil gue naik motor dengan keadaan auto-pilot lagi hehehe. Entah gimana gw sadar udah sampe depan rumah dan ada 2 orang yang nemenin gue dari belakang. Gue gak kenal orangnya dan gak inget wajahnya. Tapi kalau mereka baca tulisan ini gue mau berterima kasih banyak atas bantuan mereka tanpa mereka mgkn gue tergeletak di jalan dan masuk berita atau rumah sakit dan gak sempet nulis blog ini. Gue belom sempet ucapin terima kasih secara langsung sih.


Setelah sampai rumah, gue bangunin adek gue buat bantu ngobatin luka gue. Dan saat itu gue seakan-akan mendapatkan pelajaran berharga bahwa gue harus banyak bersyukur karena kalau nikmat sedikit aja gak bisa gue syukurin apalagi nikmat yang banyak. Dan kalau nikmatnya dicabut karena kurang bersyukur maka penyesalan seperti ini yang gue rasakan. Alhamdulillah gue masih selamat dan masih punya teman-teman yang baik yang pada hari itu juga jengukin gue abis pulang kerja dan bawain buah. Udah gitu nginep di rumah nemenin gue. Thanks ya..

Sunday, February 21, 2016

Cewek VS Cowok



Udah lama gak ngeblog... Lihat blog udah usang...bukan karena semakin sibuk.. tapi memang sudah agak sedikit terlupakan.. dan sekarang gw coba buat mengisi kembali blog yang seakan akan sudah gak berpenghuni...

Agak bingung sih mau cerita apa.. udah lama gak nulis juga kan.. mungkin gw akan menuangkan tentang pengalaman cinta dari sudut pandang cowok dan cewek..

****
Semua orang yang tau tentang psikologi cewek dan cowok mungkin udah paham rumus dasar bahwa “Cewek Pake Perasaan/Hati sedangkan Cowook Pake Logika/Otak”. Perbedaan ini menjadi bumbu dalam suatu hubungan... yaa.. namanya juga bumbu kadang bisa enak kadang juga gak enak.
****

Sang cowok yang sering mengandalkan logikanya dibandingkan perasaannya pada saat jatuh cinta mendadak logikanya dikalahkan oleh perasaan. Mungkin sebagian menyebutnya nafsu, ada juga yang menyebutnya cinta buta. Apapun itu namanya..pada saati itu sang cowok tidak mengandalkan logikanya...

Sebut saja sang cowok ini Taufan. Taufan sedang jatuh cinta kepada Firanda. Mereka bertemu pada saat naik travel dari Bandung menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita, pengalaman serta makanan dan minuman. Sejak pertemuan  pertama itu, Taufan  mendapatkan kontak Firanda.

Taufan sering kali memulai percakapan, mulai dari pertanyaan sepele seperti “lagi apa?” sampai ke perhatian seperti “udah makan?” “semangat ya”.. dan firanda selalu merespon dengan manis sehingga selalu saja membuat bibir taufan tersenyum kecil tanda bahagia. Perasaan yang mendominasi ini membuat logikanya berpikir bahwa Firanda memiliki perasaan yang sama dengannya, yaitu cinta.

Namun pada suatu kondisi tertentu, cowok akan menggunakan logikanya dalam hubungannya dibandingkan perasaan. Suatu ketika Taufan berpikir bahwa selama ini dia keseringan memulai percakapan. Ia mulai merasakan sedikit keraguan, apakah cintanya bertepuk sebelah tangan? Terpikir olehnya untuk menanyakan secara langsung untuk menemukan jawaban atas keraguan yang ada pada benaknya.

Saat ini taufan sedang merancang strategi di kepalanya untuk menghilangkan rasa penasaran terkait keraguannya. Mulai dari balas chat lebih singkat, menunggu Firanda memulai percakapan hingga membalasnya lama. Strategi tersebut dirancang oleh logikanya karena logikanya dikuasai perasaannya yang takut kehilangan atau tidak siap dengan respon yang akan diberikan Firanda. 

****
Sang cewek yang katanya mampu multi-tasking ini ternyata kurang ahli dalam mengkolaborasikan perasaan dengan logika, masih tergantung oleh perasaannya. Hampir jarang sekali memikirkan dengan logika. Sangat mirip seperti Sang cowok yang sedang jatuh cinta. Bedanya saat kondisi normal ataupun jatuh cinta, cewek kebanyakan menggunakan perasaan juga dibandingkan logiikanya. Setidaknya itulah yang dialami oleh Firanda.

Semenjak bertemu dengan Taufan, hari-hari Firanda menjadi lebih berwarna dan lebih menyenangkan dari sebelumnya. Di masa lalu dia bertemu dengan cowok yang menduakannya dengan wanita lain.  Hal ini membuatnya trauma dan menjadi hati-hati untuk berhubungan dengan cowok. Dia tidak ingin kembali merasakan sakit hati yang pernah ia rasakan.

Sejauh ini dia tidak ingin memberikan perhatian lebih kepada Taufan karena Firanda takut akan merasakan sakit hati kembali jika Taufan melakukan hal yang dilakukan mantannya. Setidaknya kalau dia belum punya perasaan yang begitu besar kepada  Taufan, Firanda tidak akan terlalu sakit. Begitulah wanita ketika perasaan melampaui logikanya. Namun Firanda tidak menepis bahwa sebenarnya dia sangat suka dengan perhatiannya Taufan, walau kadang-kadang jika Taufan terlalu perhatian agak sedikit mengganggunya.

Firanda masih nyaman dengan taufan sebagai teman dekatnya dan tidak ingin merubah status itu untuk saat ini. Firanda dan mungkin beberapa cewek lain mungkin pernah mendengar bahwa cowok perhatian cuma pada saat PDKT saja. Hal ini membuat Firanda takut jika menerima Taufan lebih dari teman maka kenyamanan yang ia dapatkan berubah.

Monday, March 30, 2015

Yang tak terucapkan

Belasan tahun lalu...

Pertemuan pertama kau dan aku. Saling memandang sebagai insan yang baru bertemu. Kau ulurkan tanganmu yang membuyarkan lamunanku saat tersihir pesonamu.

"hai... gue Nita anak psikologi 2011." kata-kata pertama yang aku dengar keluar darimu.
"hai ta... gue Adi anak Akuntansi 2011." balasku seraya menyambut uluran tanganmu.

Pagi itu perkuliahan yang kupikir akan kelabu karena kelas gabungan yang banyak mahasiswa itu dengan dosen yang sudah sepuh dan sedikit membosankan, ternyata berubah menjadi lebih berwarna karena Nita duduk disisiku. Mata kuliah dengan 6 SKS berlangsung selama 3 jam itu tak terasa sudah berlalu dengan tugas kelompok yang seru. Ya, sangat seru karena Nita satu kelompok denganku.

Kita hanya bisa bertemu hanya pada mata kuliah itu. Ingin rasanya aku lebih intens bertemu. Entah kenapa aku menjadi rindu. Nita orang yang sangat perhatian, dia bisa lebih memperhatikan orang lain daripada dirinya sendiri. Terkadang aku merasa dia sering memperhatikanku, memperhatikan bagaimana cara makanku, gaya bicaraku, raut wajahku dan dia selalu komen tentangku. Tapi hal itu gak dilakukan terhadapku saja. Dia perhatian ke semua teman-temannya.

Kadang aku cemburu, tapi aku bisa memaklumi itu, toh dia bukan siapa-siapa untukku pada waktu itu dan aku pun bukan siapa-siapa untuknya. Namun perasaan ini terus tumbuh, ingin rasanya mengungkapkan padanya. Sempat terlintas di akhir perkuliahan nanti aku akan menyatakan perasaan ini. Tapi aku tak punya keberanian melakukan hal itu sebab dia pernah cerita kepadaku selama kuliah ini akan fokus untuk kuliah dan dia sangat senang bersahabat denganku. Rasanya aku takut merusak persahabatan ini dengan mengungkapkan perasaanku. Sejak saat itu perasaan ini ku pendam.

Satu semester berlalu...

Aku dan Nita jarang bertemu. Sesekali kami sempat bertemu hanya sekadar menyapa saja. karena gedung jurusan kami terpisahkan sebuah danau besar dan arah pulang kami pun berbeda. Namun satu dua kali kita janjian bertemu untuk sekadar bercerita tentang perkuliahan atau persoalan kehidupan. Aku merasa sangat nyaman bercerita kepadanya. Begitu pula Nita, dia lebih merasa nyaman denganku, mungkin karena itu juga aku tidak berani mengungkapkan perasaanku. Dia sudah nyaman dengan aku sebagai sahabatnya, tapi mungkin saja tidak jika sebagai aku yang menjadi orang yang menyukainya. Aku takut mendengar jawaban "kita jadi teman aja ya di" namun akhirnya berjauhan karena risih dan berusaha menjaga perasaan. Lebih baik dekat seperti ini. Layaknya sahabat yang saling mendukung dan mengingatkan.

Kondisi tersebut bertahan sampai akhir semester perkuliahan. Saat itu aku memberanikan diri untuk mengungkapkan langsung padanya. Aku juga bercerita soal perasaanku pada kawanku, David. Nampaknya david sudah mengatakan kepada Nita soal perasaanku. Entah seperti apa david mengatakannya, tapi disaat wisuda Nita tidak menemuiku. Aku berusaha mencarinya untuk mengungkapkannya langsung namun hanya pesan SMS yang kudapat darinya.

"Selamat Wisuda ya di, Maaf gue langsung ke bandara, gue lanjut S2 di South Wales, keluarga gue pindah ke sana karena bokap pindah kerja di sana, sorry gak cerita langsung ke lo. Nanti gue kabarin lagi kalau udah sampai sana"

Itu adalah pesan terakhir yang aku dapat darinya. Ku pikir dia sengaja menghindariku dan tidak mau menghubungi ku lagi. Ternyata aku salah sangka. Berita hilangnya pesawat yang dia dan keluarganya tumpangi membuatku merasa bersalah telah berpikir bahwa dia menghindar dariku. Rasanya aku lebih baik menerima kenyataan jika dia menghindariku saja dibanding kenyataan kehilangannya saat aku tak dapat mengungkapkan perasaan.

Selamat jalan Nit. Selamat menempuh hidup baru. Semoga kau bahagia disana.
Love you...

Sunday, March 22, 2015

karya tanpa suara

Pagi pukul 04:00

Seorang penulis yang karyanya sedang digemari di kalangan kutu buku penyuka kata-kata indah sedang menatap langit fajar di atas bukit hijau. Angin berhembus mencoba menerobos masuk melewati jaket kulit hitamnya. Pandangannya bergrliya mencari inspirasi dan kata-kata untuk karya selanjutnya. Ia terkejut saat menemukan 1 kelompok orang - terdiri dari 2 pria dan 1 wanita- yang sedang berjogging di bawah bukit sebelum mentari menyapa.

Penulis itu menghampiri seraya memanggi kelompok itu. Namun dari 3 orang tersebut hanya satu orang yang menoleh dan memberi tahu kedua temannya untuk berhenti dengan menepuknya dari belakang. Penulis berusaha mendekati mereka disaat salah satu dari mereka memberikan pertanyaan kepada temannya yang memberhentikan mereka dengan gerakan tangan dan ekspresi muka bingung. Orang yang ditanya itu membalas dengan gerakan tangan berbeda seraya menunjuk si penulis. Penulis tersebut memandangi gerakan tangan,ekspresi muka, dan lirikan mata ketiga orang tersebut.

"hai.. saya Ahdi.. boleh ikut Jogging?" Sapa si penulis kepada kelompok tersebut dengan senyuman manis dan ramah.

2 orang dari kelompok tersebut memperhatikan gerakan bibir si penulis seakan-akan berusaha menerjemahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya penulis. Satu orang lainnya menjawab sapaan dan memperkenalkan diri dan teman-temannya lalu kembali menggunakan gerakan tangannya kepada teman-temannya seakan menerjemahkan kata-kata si penulis dengan gerakan tersebut.

2 orang itu kemudian menjulurkan tangannya dan berjabat tangan, tanda seseorang berkenalan, seraya mempersilakan penulis berolahraga bersama mengelilingi bukit itu tanpa ada rasa curiga akan bahaya orang yang baru kenalan.

Si penulis masih belum memahami makna gerakan tangan yang telah mereka lakukan sebelumnya namun ia menikmati olahraga bersama dengan orang-orang baru itu.

Sudah 30 menit mereka berolahraga bersama sebelum mereka memutuskan istirahat dan meminum air mineral yang mereka bawa. Si penulis yang baru bergabung tak lupa ditawarkan untuk minum. Pada momen seperti ini si penulis bertanya kepada mereka dan dari pembicaraan itu si penulis akhirnya mengerti untuk apa gerakan-gerakan tadi. Ya... itu bahasa isyarat untuk kedua orang yang mengalami tunarungu sejak kecil yang menyebabkan mereka sekaligus menjadi tunawicara.

Disaat seperti itu penulis berpikir karyanya tak perlu sekedar kata-kata indah membentuk imajinasi bagi pembacanya. Cukup dengan membawa pembacanya memasuki dunia baru yang tak ada suara. Menyadarkan mereka betapa indahnya nikmat pendengaran dan berbicara. Maka sepantasnya kita menjaga apa saja yang kita dengar dan apa saja yang kita ucapkan.

Wednesday, December 31, 2014

Bucket List 2015 versi 1.Gue

Selamat tinggal 2014 dan Selamat Datang 2015...

Saatnya buat Bucket List baru di tahun 2015.. Target 2014 yang belum tercapai saatnya dicapai tahun ini.. Menambahkan dan merivisi beberapa target

So ini lah Bucket List 2015 gue ;)

1. Sudah kuliah S1 di Universitas Indonesia Jurusan Sistem Informasi
2. Harus hafal 1 juz (Juz 'ama)..
3. Merasakan naik golongan atau jabatan di tempat bekerja sekarang.
4. 75% Adik-adik asuh saya masuk PTN yang terbaik untuknya
5. Beli Gitar buat belajar main Lagu dan bisa main gitar
6. Ikut test TOEFL dan hasilnya di atas 500
7. Ikut test IELTS dan hasilnya di atas 6
8. mengerti dan bisa bahasa HTML,XML,JavaScript,CSS, SQL dan lain-lain
9. Naik gunung semeru ke puncak mahameru dan naik gunung bromo
10. Snorkeling dan diving ke pulau Tidung, Pulau Harapan,Pulau Bira,Pulau Macan, Pulau Pahawang dan Pulau kiluan
11. Beli TV 42 Inch LED dan Home Theatre
12. Beli Sepeda bagus kuat dan tahan lama
13. Olahraga minimal 2x seminggu (CFD naik sepeda/lari dan ngeGym di kantor)
14. Membaca Al Qur'an One Day One Juz lebih istiqomah
15. Sholat Dhuha minimal 4 rakaat lebih rajin
16. Sholat Wajib tepat waktu dan berjamaah di masjid
17. Ikut kursus bahasa jerman
18. Mengikuti training pengembangan diri
19. Menulis 600 judul yang bermanfaat di blog
20. Traveling/Backpacker ke Malaysia dan Singapura atau australia
21. Membaca 12 buku minimal dalam setahun ini

Hmm... memang belum banyak.. nanti seiring waktu akan bertambah dan menuju target ini:
  • Menikah dengan wanita sholehah, cantik, cerdas dan kaya raya kalau bisa anak pejabat negara usia 25 atau 26 tahun 
  • Sudah mengelilingi 1000 tempat wisata di Indonesia sebelum usia 33 Tahun 
  • Mendapat Gelar Professor di usia 35 Tahun 
  • Memiliki Rumah Type 75, 2 tingkat dengan halaman yang luas dan pemandangan yang indah serta keamanan terjaga 
  • Memiliki Rumah Makan "Bintang Belimbing" di Depok dan Jakarta 
  • Bisa Mengajar anak-anak Kuliahan 
  • Mempunyai apartement di daerah depok yang lokasinya strategis 
  • Menjadi Pejabat Negara (Menteri, Eselon I, Staff Ahli, Eselon II) Sebelum usia 42 Tahun 
  • Sudah mengelilingi 100 Negara di Dunia sebelum usia 30 Tahun