Friday, February 26, 2016

Jatuh pertama kali dari motor di tahun 2016

25 Februari 2016

Tanggal ini merupakan tanggal ulang  tahun adek gue yang ke 23. Tapi pada pukul 00.34 merupakan momen yang akan selalu teringat sama gue. Pada saat itu gue jatoh dari motor karena nabrak separator jalan. Kalau ditanya kenapa, ya jawaban gue cuma Ngantuk. hehehe

Saat itu gue baru balik abis silaturahim dari rumah guru,pengajar,pembimbing, senior sekaligus temen gue di daerah setiabudi bersama temen gue. Setelah dari rumah gue nganterin temen gw balik ke kosannya di daerah kuningan. Sebelum nganterin kita makan malam bareng karena hujan mengguyur kami.

Gue sama temen gue ini membicarakan banyak hal. Prestasi temen-temen kita, pekerjaan kita, rencana masa depan sampai permasalahan kita juga hahaha.. Ada cerita dimana gue terkesan iri dan gak bersyukur dengan apa yang gue dapet. Gue bandingin prestasi yang udah temen-temen gue raih ke dia, termasuk prestasi dia. Contohnya ada temen gue namanya wanda, dia orangnya supel dan mudah bergaul, kegiatan sosialnya sangat banyak, sering ikut kampanye tentang HIV/AIDS, pernah tampil di acara kesenian jepang bahkan ke jepang buat pentas. Dan saat ini dia melakukan penelitian di shelter yang memelihara anjing.

Ada lagi temen gue yang pengen menulis novel tentang cinta bersama sama anak yatim yang diambil dari pengalamannya mengurus anak yatim dari clubnya. Namanya Bayyinah dan clubnya Al-Bayyinah Charity (ABC) *klo gak salah hehehe.. Dia sering mengajak temen-temenya untuk memberikan donasi, baik berupa uang, buku pelajaran, atau waktu untuk sharing dan bermain dengan mereka. Menurut gue ini suatu prestasi tersendiri dalam mengurus anak yatim. Semoga Allah membalas kebaikan temen gue ini.

Dan ada temen gue yang baru lulus kuliah tapi udah menerbitkan buku lebih dari satu buku. Bukunya berisikan tentang kisah-kisah Rasul dan Nabi yang sangat inspiratif untuk anak-anak. Buku itu pun bisa bermanfat buat orang dewasa yang masih suka membaca dengan gambar seperti komik dan buku tersebut juga mencantumkan refrensi kisah tersebut dalam Alquran. Prestasi yang luar biasa menurut gue.

Satu lagi temen gue yang prestasinya luar biasa ya temen makan malam gue ini, namanya Riri. Selain karena dia alumni salah satu Universtias Terbaik di Indonesia khusunya jurusan akuntansi, Dia udah ke pelosok Indonesia di daerah Bima hanya untuk mengajarkan anak-anak disana agar anak-anak disana merasakan pendidikan layaknya di perkotaan. Tak hanya itu, dia pun berbagi pengalaman dengan guru-guru disana dan seakan-akan membangun keluarga baru dengan saudara-saudara satu bangsa disana. Suatu bentuk pengabdian terhadap pendidikan bangsa Indonesia.

Nah semua prestasi itu gue bandingkan sama prestasi gue yang gak ada apa-apanya. Cuma jadi PNS,kerjaannya rutinitas gitu-gitu aja dan sedikit membosankan. Mungkin gara-gara itu juga gue jadi belom dapat inspirasi untuk lanjutin nulis blog ini. Ketika itu gue ceritain ke riri, dia nasehatin gue kalau orang-orang itu mendapat prestasinya pasti dengan usaha dengan melewati permasalahan-permasalahan yang menyulitkan mereka. Seharusnya gue lebih bisa bersyukur karena banyak orang juga yang sebenarnya mau berada di posisi gue. Lalu kalau emang prestasi gue kurang ya gue harus lebih banyak berusaha meraih prestasi itu.

Selepas makan malam, gue anterin riri balik ke kosannya.Lalu saat pulang rupanya gue merasa sedikit mengantuk. Entah setengah sadar gue mengendarai motor yamah M3 gue sampai ke depok. Di pertengahan jalan, gue sempatkan isi bensin terlebih dahulu. Setelah isi bensin gue kembali mengendarai motor dengan setengah sadar sampai bener-bener auto-pilot. Tetiba gw terkejut saat depan motor gw udah ada separator jalan dan gw menabrak separator tersebut lalu terjatuh. Entah sadar atau nggak, gue mendengar banyak orang di sekeliling gue.

Pada saat itu udah tengah malam yang sudah pasti jalanan sangat sepi. Kondisi gue agak kurang sadar saat itu, gak ngelihat berapa orang yang bantuin gue cuma gedung Mitra 10 Depok yang terlihat menjulang ke atas. Salah satu diantara mereka sempet-sempetnya nyiram luka gue dengan klorofil. Entah darimana cairan klorofil itu tapi yang jelas gue ngerasa luka-luka gue agak terobati.

Mungkin setelah itu gue membuka mata, tapi fokus gue cuma pada motor gue bukan orang-orang sekitar. Gue mendengar salah satu diantara mereka bertanya dimana rumah gue. Lalu gue jawab di pitara deket jembatan serong sambil gue naik motor dengan keadaan auto-pilot lagi hehehe. Entah gimana gw sadar udah sampe depan rumah dan ada 2 orang yang nemenin gue dari belakang. Gue gak kenal orangnya dan gak inget wajahnya. Tapi kalau mereka baca tulisan ini gue mau berterima kasih banyak atas bantuan mereka tanpa mereka mgkn gue tergeletak di jalan dan masuk berita atau rumah sakit dan gak sempet nulis blog ini. Gue belom sempet ucapin terima kasih secara langsung sih.


Setelah sampai rumah, gue bangunin adek gue buat bantu ngobatin luka gue. Dan saat itu gue seakan-akan mendapatkan pelajaran berharga bahwa gue harus banyak bersyukur karena kalau nikmat sedikit aja gak bisa gue syukurin apalagi nikmat yang banyak. Dan kalau nikmatnya dicabut karena kurang bersyukur maka penyesalan seperti ini yang gue rasakan. Alhamdulillah gue masih selamat dan masih punya teman-teman yang baik yang pada hari itu juga jengukin gue abis pulang kerja dan bawain buah. Udah gitu nginep di rumah nemenin gue. Thanks ya..

No comments:

Post a Comment