25 Februari 2016
Tanggal ini
merupakan tanggal ulang tahun adek gue yang
ke 23. Tapi pada pukul 00.34 merupakan momen yang akan selalu teringat sama
gue. Pada saat itu gue jatoh dari motor karena nabrak separator jalan. Kalau
ditanya kenapa, ya jawaban gue cuma Ngantuk. hehehe
Saat itu gue
baru balik abis silaturahim dari rumah guru,pengajar,pembimbing, senior
sekaligus temen gue di daerah setiabudi bersama temen gue. Setelah dari rumah
gue nganterin temen gw balik ke kosannya di daerah kuningan. Sebelum nganterin
kita makan malam bareng karena hujan mengguyur kami.
Gue sama temen
gue ini membicarakan banyak hal. Prestasi temen-temen kita, pekerjaan kita, rencana
masa depan sampai permasalahan kita juga hahaha.. Ada cerita dimana gue
terkesan iri dan gak bersyukur dengan apa yang gue dapet. Gue bandingin prestasi
yang udah temen-temen gue raih ke dia, termasuk prestasi dia. Contohnya ada
temen gue namanya wanda, dia orangnya supel dan mudah bergaul, kegiatan
sosialnya sangat banyak, sering ikut kampanye tentang HIV/AIDS, pernah tampil
di acara kesenian jepang bahkan ke jepang buat pentas. Dan saat ini dia
melakukan penelitian di shelter yang memelihara anjing.
Ada lagi temen
gue yang pengen menulis novel tentang cinta bersama sama anak yatim yang
diambil dari pengalamannya mengurus anak yatim dari clubnya. Namanya Bayyinah
dan clubnya Al-Bayyinah Charity (ABC) *klo gak salah hehehe.. Dia sering
mengajak temen-temenya untuk memberikan donasi, baik berupa uang, buku
pelajaran, atau waktu untuk sharing dan bermain dengan mereka. Menurut gue ini
suatu prestasi tersendiri dalam mengurus anak yatim. Semoga Allah membalas
kebaikan temen gue ini.
Dan ada temen
gue yang baru lulus kuliah tapi udah menerbitkan buku lebih dari satu buku.
Bukunya berisikan tentang kisah-kisah Rasul dan Nabi yang sangat inspiratif
untuk anak-anak. Buku itu pun bisa bermanfat buat orang dewasa yang masih suka
membaca dengan gambar seperti komik dan buku tersebut juga mencantumkan
refrensi kisah tersebut dalam Alquran. Prestasi yang luar biasa menurut gue.
Satu lagi
temen gue yang prestasinya luar biasa ya temen makan malam gue ini, namanya
Riri. Selain karena dia alumni salah satu Universtias Terbaik di Indonesia
khusunya jurusan akuntansi, Dia udah ke pelosok Indonesia di daerah Bima hanya
untuk mengajarkan anak-anak disana agar anak-anak disana merasakan pendidikan
layaknya di perkotaan. Tak hanya itu, dia pun berbagi pengalaman dengan
guru-guru disana dan seakan-akan membangun keluarga baru dengan saudara-saudara
satu bangsa disana. Suatu bentuk pengabdian terhadap pendidikan bangsa Indonesia.
Nah semua
prestasi itu gue bandingkan sama prestasi gue yang gak ada apa-apanya. Cuma jadi
PNS,kerjaannya rutinitas gitu-gitu aja dan sedikit membosankan. Mungkin
gara-gara itu juga gue jadi belom dapat inspirasi untuk lanjutin nulis blog
ini. Ketika itu gue ceritain ke riri, dia nasehatin gue kalau orang-orang itu
mendapat prestasinya pasti dengan usaha dengan melewati permasalahan-permasalahan
yang menyulitkan mereka. Seharusnya gue lebih bisa bersyukur karena banyak
orang juga yang sebenarnya mau berada di posisi gue. Lalu kalau emang prestasi
gue kurang ya gue harus lebih banyak berusaha meraih prestasi itu.
Selepas makan
malam, gue anterin riri balik ke kosannya.Lalu saat pulang rupanya gue merasa
sedikit mengantuk. Entah setengah sadar gue mengendarai motor yamah M3 gue
sampai ke depok. Di pertengahan jalan, gue sempatkan isi bensin terlebih
dahulu. Setelah isi bensin gue kembali mengendarai motor dengan setengah sadar
sampai bener-bener auto-pilot. Tetiba gw terkejut saat depan motor gw
udah ada separator jalan dan gw menabrak separator tersebut lalu terjatuh. Entah
sadar atau nggak, gue mendengar banyak orang di sekeliling gue.
Pada saat itu
udah tengah malam yang sudah pasti jalanan sangat sepi. Kondisi gue agak kurang
sadar saat itu, gak ngelihat berapa orang yang bantuin gue cuma gedung Mitra 10
Depok yang terlihat menjulang ke atas. Salah satu diantara mereka
sempet-sempetnya nyiram luka gue dengan klorofil. Entah darimana cairan
klorofil itu tapi yang jelas gue ngerasa luka-luka gue agak terobati.
Mungkin
setelah itu gue membuka mata, tapi fokus gue cuma pada motor gue bukan
orang-orang sekitar. Gue mendengar salah satu diantara mereka bertanya dimana
rumah gue. Lalu gue jawab di pitara deket jembatan serong sambil gue naik motor
dengan keadaan auto-pilot lagi hehehe. Entah gimana gw sadar udah sampe
depan rumah dan ada 2 orang yang nemenin gue dari belakang. Gue gak kenal
orangnya dan gak inget wajahnya. Tapi kalau mereka baca tulisan ini gue mau
berterima kasih banyak atas bantuan mereka tanpa mereka mgkn gue tergeletak di
jalan dan masuk berita atau rumah sakit dan gak sempet nulis blog ini. Gue
belom sempet ucapin terima kasih secara langsung sih.
Setelah sampai
rumah, gue bangunin adek gue buat bantu ngobatin luka gue. Dan saat itu gue
seakan-akan mendapatkan pelajaran berharga bahwa gue harus banyak bersyukur
karena kalau nikmat sedikit aja gak bisa gue syukurin apalagi nikmat yang
banyak. Dan kalau nikmatnya dicabut karena kurang bersyukur maka penyesalan
seperti ini yang gue rasakan. Alhamdulillah gue masih selamat dan masih punya
teman-teman yang baik yang pada hari itu juga jengukin gue abis pulang kerja
dan bawain buah. Udah gitu nginep di rumah nemenin gue. Thanks ya..
No comments:
Post a Comment