Sunday, February 21, 2016

Cewek VS Cowok



Udah lama gak ngeblog... Lihat blog udah usang...bukan karena semakin sibuk.. tapi memang sudah agak sedikit terlupakan.. dan sekarang gw coba buat mengisi kembali blog yang seakan akan sudah gak berpenghuni...

Agak bingung sih mau cerita apa.. udah lama gak nulis juga kan.. mungkin gw akan menuangkan tentang pengalaman cinta dari sudut pandang cowok dan cewek..

****
Semua orang yang tau tentang psikologi cewek dan cowok mungkin udah paham rumus dasar bahwa “Cewek Pake Perasaan/Hati sedangkan Cowook Pake Logika/Otak”. Perbedaan ini menjadi bumbu dalam suatu hubungan... yaa.. namanya juga bumbu kadang bisa enak kadang juga gak enak.
****

Sang cowok yang sering mengandalkan logikanya dibandingkan perasaannya pada saat jatuh cinta mendadak logikanya dikalahkan oleh perasaan. Mungkin sebagian menyebutnya nafsu, ada juga yang menyebutnya cinta buta. Apapun itu namanya..pada saati itu sang cowok tidak mengandalkan logikanya...

Sebut saja sang cowok ini Taufan. Taufan sedang jatuh cinta kepada Firanda. Mereka bertemu pada saat naik travel dari Bandung menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita, pengalaman serta makanan dan minuman. Sejak pertemuan  pertama itu, Taufan  mendapatkan kontak Firanda.

Taufan sering kali memulai percakapan, mulai dari pertanyaan sepele seperti “lagi apa?” sampai ke perhatian seperti “udah makan?” “semangat ya”.. dan firanda selalu merespon dengan manis sehingga selalu saja membuat bibir taufan tersenyum kecil tanda bahagia. Perasaan yang mendominasi ini membuat logikanya berpikir bahwa Firanda memiliki perasaan yang sama dengannya, yaitu cinta.

Namun pada suatu kondisi tertentu, cowok akan menggunakan logikanya dalam hubungannya dibandingkan perasaan. Suatu ketika Taufan berpikir bahwa selama ini dia keseringan memulai percakapan. Ia mulai merasakan sedikit keraguan, apakah cintanya bertepuk sebelah tangan? Terpikir olehnya untuk menanyakan secara langsung untuk menemukan jawaban atas keraguan yang ada pada benaknya.

Saat ini taufan sedang merancang strategi di kepalanya untuk menghilangkan rasa penasaran terkait keraguannya. Mulai dari balas chat lebih singkat, menunggu Firanda memulai percakapan hingga membalasnya lama. Strategi tersebut dirancang oleh logikanya karena logikanya dikuasai perasaannya yang takut kehilangan atau tidak siap dengan respon yang akan diberikan Firanda. 

****
Sang cewek yang katanya mampu multi-tasking ini ternyata kurang ahli dalam mengkolaborasikan perasaan dengan logika, masih tergantung oleh perasaannya. Hampir jarang sekali memikirkan dengan logika. Sangat mirip seperti Sang cowok yang sedang jatuh cinta. Bedanya saat kondisi normal ataupun jatuh cinta, cewek kebanyakan menggunakan perasaan juga dibandingkan logiikanya. Setidaknya itulah yang dialami oleh Firanda.

Semenjak bertemu dengan Taufan, hari-hari Firanda menjadi lebih berwarna dan lebih menyenangkan dari sebelumnya. Di masa lalu dia bertemu dengan cowok yang menduakannya dengan wanita lain.  Hal ini membuatnya trauma dan menjadi hati-hati untuk berhubungan dengan cowok. Dia tidak ingin kembali merasakan sakit hati yang pernah ia rasakan.

Sejauh ini dia tidak ingin memberikan perhatian lebih kepada Taufan karena Firanda takut akan merasakan sakit hati kembali jika Taufan melakukan hal yang dilakukan mantannya. Setidaknya kalau dia belum punya perasaan yang begitu besar kepada  Taufan, Firanda tidak akan terlalu sakit. Begitulah wanita ketika perasaan melampaui logikanya. Namun Firanda tidak menepis bahwa sebenarnya dia sangat suka dengan perhatiannya Taufan, walau kadang-kadang jika Taufan terlalu perhatian agak sedikit mengganggunya.

Firanda masih nyaman dengan taufan sebagai teman dekatnya dan tidak ingin merubah status itu untuk saat ini. Firanda dan mungkin beberapa cewek lain mungkin pernah mendengar bahwa cowok perhatian cuma pada saat PDKT saja. Hal ini membuat Firanda takut jika menerima Taufan lebih dari teman maka kenyamanan yang ia dapatkan berubah.

No comments:

Post a Comment