Udah lama gak ngeblog... Lihat blog udah usang...bukan
karena semakin sibuk.. tapi memang sudah agak sedikit terlupakan.. dan sekarang
gw coba buat mengisi kembali blog yang seakan akan sudah gak berpenghuni...
Agak bingung sih mau cerita apa.. udah lama gak nulis juga
kan.. mungkin gw akan menuangkan tentang pengalaman cinta dari sudut pandang
cowok dan cewek..
****
Semua
orang yang tau tentang psikologi cewek dan cowok mungkin udah paham rumus dasar
bahwa “Cewek Pake Perasaan/Hati sedangkan Cowook Pake Logika/Otak”. Perbedaan
ini menjadi bumbu dalam suatu hubungan... yaa.. namanya juga bumbu kadang bisa
enak kadang juga gak enak.
****
Sang cowok yang sering mengandalkan logikanya dibandingkan
perasaannya pada saat jatuh cinta mendadak logikanya dikalahkan oleh perasaan.
Mungkin sebagian menyebutnya nafsu, ada juga yang menyebutnya cinta buta.
Apapun itu namanya..pada saati itu sang cowok tidak mengandalkan logikanya...
Sebut saja sang cowok ini Taufan. Taufan sedang jatuh cinta
kepada Firanda. Mereka bertemu pada saat naik travel dari Bandung menuju
Jakarta. Sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita, pengalaman serta
makanan dan minuman. Sejak pertemuan
pertama itu, Taufan mendapatkan
kontak Firanda.
Taufan sering kali memulai percakapan, mulai dari pertanyaan
sepele seperti “lagi apa?” sampai ke perhatian seperti “udah makan?” “semangat
ya”.. dan firanda selalu merespon dengan manis sehingga selalu saja membuat
bibir taufan tersenyum kecil tanda bahagia. Perasaan yang mendominasi ini
membuat logikanya berpikir bahwa Firanda memiliki perasaan yang sama dengannya,
yaitu cinta.
Namun pada suatu kondisi tertentu, cowok akan menggunakan
logikanya dalam hubungannya dibandingkan perasaan. Suatu ketika Taufan berpikir
bahwa selama ini dia keseringan memulai percakapan. Ia mulai merasakan sedikit
keraguan, apakah cintanya bertepuk sebelah tangan? Terpikir olehnya untuk
menanyakan secara langsung untuk menemukan jawaban atas keraguan yang ada pada
benaknya.
Saat ini taufan sedang merancang strategi di kepalanya untuk
menghilangkan rasa penasaran terkait keraguannya. Mulai dari balas chat lebih
singkat, menunggu Firanda memulai percakapan hingga membalasnya lama. Strategi
tersebut dirancang oleh logikanya karena logikanya dikuasai perasaannya yang
takut kehilangan atau tidak siap dengan respon yang akan diberikan Firanda.
****
Sang
cewek yang katanya mampu multi-tasking ini ternyata kurang ahli dalam
mengkolaborasikan perasaan dengan logika, masih tergantung oleh perasaannya.
Hampir jarang sekali memikirkan dengan logika. Sangat mirip seperti Sang cowok
yang sedang jatuh cinta. Bedanya saat kondisi normal ataupun jatuh cinta, cewek
kebanyakan menggunakan perasaan juga dibandingkan logiikanya. Setidaknya itulah
yang dialami oleh Firanda.
Semenjak
bertemu dengan Taufan, hari-hari Firanda menjadi lebih berwarna dan lebih
menyenangkan dari sebelumnya. Di masa lalu dia bertemu dengan cowok yang
menduakannya dengan wanita lain. Hal ini
membuatnya trauma dan menjadi hati-hati untuk berhubungan dengan cowok. Dia
tidak ingin kembali merasakan sakit hati yang pernah ia rasakan.
Sejauh
ini dia tidak ingin memberikan perhatian lebih kepada Taufan karena Firanda
takut akan merasakan sakit hati kembali jika Taufan melakukan hal yang
dilakukan mantannya. Setidaknya kalau dia belum punya perasaan yang begitu
besar kepada Taufan, Firanda tidak akan
terlalu sakit. Begitulah wanita ketika perasaan melampaui logikanya. Namun
Firanda tidak menepis bahwa sebenarnya dia sangat suka dengan perhatiannya
Taufan, walau kadang-kadang jika Taufan terlalu perhatian agak sedikit
mengganggunya.
Firanda
masih nyaman dengan taufan sebagai teman dekatnya dan tidak ingin merubah
status itu untuk saat ini. Firanda dan mungkin beberapa cewek lain mungkin
pernah mendengar bahwa cowok perhatian cuma pada saat PDKT saja. Hal ini
membuat Firanda takut jika menerima Taufan lebih dari teman maka kenyamanan
yang ia dapatkan berubah.
No comments:
Post a Comment