Tahun 2009..
Tahun itu merupakan tahun pertama aku mengenal bahwa lulus dari SMA itu kuliah..
*bodoh bukan? atau menurut kalian itu lugu? apapun itu aku belum memikirkan mau masuk jurusan apa..* Setelah kenaikan kelas XI menjadi kelas XII orang tua saya bertanya mau lanjut kuliah dimana dan jurusan apa...yang di otak saya pada saat itu mungkin jurusan matematika UI atau jurusan yang berhubungan dengan komputer..
Beberapa minggu setelah orang tua ku bertanya.. mereka sekali lagi menanyakan minatku.. ku jawab dengan jawaban yang sama.. hanya saja dulu aku berpikiran akan seru kalau saja aku menjadi ilmuwan yang menciptakan alat-alat yang akan berguna di masa depan.. YA.. AKU INGIN JADI PENEMU..pada masa itu. Mengetahui hal ini.. ayahku menyarankan agar aku mengambil fakultas teknik dan kalau bisa UI.. gak perlu jauh-jauh ke ITB.. dan agar aku juga mengetahui tentang bisnis maka saran ayahku waktu itu adalah Teknik Industri UI..
Semenjak saat itu prioritas saya adalah masuk Teknik Industri UI dengan kemampuanku sendiri..sehingga saya fokus mempelajari soal-soal ujian masuk perguruan tinggi (SNM-PTN namanya pada saat itu). Soal-soal lainnya seperti Ujian Nasional atau Ujian Akhir Sekolah aku sepelekan karena menurutku soalnya biasa-biasa saja.. gak menantang seperti soal SNM-PTN.. Oleh sebab itu aku dikursuskan orang tua ku di Nurul Fikri Akses UI dan memilih program PPLS (program untuk persiapan masuk PTN).
Aku bertemu dengan guru-guru yang lebih muda dan lebih hebat dalam menereangkan pelajaran bahasa indonesia bahasa inggris.. matematika, fisika, kimia dan biologi..dibandingkan dengan guru-guru SMA ku.. tapi beberapa guru SMA ku tidak ada tandingannya di NF. Dari tempat bimbingan belajar itu aku mengenal adanya MABIT NF di NF Mampang.. ingin aku menjelaskan pengalaman-pengalaman ku di MABIT NF ini.. tapi tidak sekarang..hehehe.
Kembali ke perjuanganku...
Dulu setelah Pendalaman Materi (PM) di sekolah yang fokus ke UN.. membuat ku muak karena selain yang ngajarnya gak menarik yang membuatku bosan.. soal-soalnya hanya soal UN yang berdasarkan pengalaman saya cukup masukin rumus angkanya ketemu (untuk soal itungan), hafalan untuk biologi n bbrp soal lain yang bukan hitungan.. serta EYD untuk Bahasa Indonesia.. dan bahasa inggris yang gak susah kayak soal-soal TOEFL. apalagi kisi-kisinya udah ada.. soalnya pun katanya gak jauh beda sama tahun lalu.. dan lebih parahnya lagi.. beberapa temen dah patungan beli kunci jawabannya.. Aku yakin.. kalau targetku masuk kuliah.. maka dengan sendirinya lulus dari SMA udah jadi bonusnya..
Tapi kesombonganku itulah menjadi kunci kegagalanku memasuki PTN yang ku inginkan.. Pada suatu saat di sekolah setelah Try Out UN rasanya malas sekali untuk melanjutkan pendalaman materi.. dan saat itu seorang guru menyuruhku masuk.. karena sedang Bad mood saat itu aku menolaknya..bahkan aku tetep ingin pulang.. si guru pun bertanya apa alasanku pulang.. aku hanya menjawab mau belajar buat soal2 SNMPTN agar bisa masuk UI.. dan saat itu juga guru saya menyumpahi saya gak bakal masuk UI..
DUuuaarr.... kata-katanya itu bikin aku nge-down.. bukankah tugas guru menyemangati muridnya meraih impiannya? kenapa dia malah mendoakan yang sebaliknya? semenjak saat itu aku benci dengan guru itu...
aku gak percaya Allah akan mengabulkan doa-doa yang buruk.. dengan kepercayaan itu aku nyalakan sedikit demi sedikit api semangat yang sempat padam oleh omongan guru itu.
Tapi ternyata omongan guru itu jadi kenyataan.. aku mengikuti semua jalur masuk menuju UI.. dan semuanya GAGAL.. ada 3 ujian pada saat itu..
1.SIMAK-UI
Ujian kali ini aku benar-benar tidak siap.. aku rasa soal ini lebih susah dari soal-soal SPMB yang biasa saya pelajari..dan pada saat itu saya memilih Teknik Industri dan Sistem Informasi.. dan pas pengumuman di situ mereka hanya meminta maaf telah menolak saya menjadi mahasiswa mereka..
2. UMB
Ujian kali ini aku hadapi dengan persiapan matang.. dengan kesempatan yang lebih banyak karena boleh memilih 4 jurusan.. dengan minimal 2 universitas berbeda,,pilihan 1 ku tetep TI UI, pilihan 2 aku coba Matematika UI, pilihan 3 UIN 4 juga UIN.. Hasil yang ku dapat hanya tersangkut di pilihan tiga.. *mungkin kalau aku pilih UI di pilihan 3 aku akan tersangkut di pilihan 4 -.-a
3. SNMPTN
Ini ujian yang aku tunggu-tunggu, semua jenis soal telah aku pelajari, Try out sering aku ikuti.. dan tips n trik mengerjakan soal telah ku ketahui,, sehingga strategiku tak mungkin gagal..Pilihan pertamaku tetep TI UI dan pilihan kedua Agroteknologi UNPAD.. Pas hari-H ujian.. ternyata aku terkena penyakit Tipes.. aku gak bisa mengerjakan soal dengan fokus.. dibawah dinginnya AC dan panasnya tubuhku.. aku hanya mengerjakan semampuku. dan hasilnya pun cuma nyangkut di pilihan ke-2
Tadinya ku pikir kegagalanku karena sumpah guru itu... tapi ternyata bukan... kedua orang tua mendoakan ku "jika UI yang terbaik maka jadikanlah anakku menjadi seorang mahasiswa UI,,kalau bukan tunjukkanlah ia tempat yang terbaik".. sehingga pada ujian masuk SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA aku berhasil lolos seleksi dan menjadi mahasiswa.
hebatttttttttttttttt
ReplyDelete