Wednesday, December 31, 2014

Bucket List 2015 versi 1.Gue

Selamat tinggal 2014 dan Selamat Datang 2015...

Saatnya buat Bucket List baru di tahun 2015.. Target 2014 yang belum tercapai saatnya dicapai tahun ini.. Menambahkan dan merivisi beberapa target

So ini lah Bucket List 2015 gue ;)

1. Sudah kuliah S1 di Universitas Indonesia Jurusan Sistem Informasi
2. Harus hafal 1 juz (Juz 'ama)..
3. Merasakan naik golongan atau jabatan di tempat bekerja sekarang.
4. 75% Adik-adik asuh saya masuk PTN yang terbaik untuknya
5. Beli Gitar buat belajar main Lagu dan bisa main gitar
6. Ikut test TOEFL dan hasilnya di atas 500
7. Ikut test IELTS dan hasilnya di atas 6
8. mengerti dan bisa bahasa HTML,XML,JavaScript,CSS, SQL dan lain-lain
9. Naik gunung semeru ke puncak mahameru dan naik gunung bromo
10. Snorkeling dan diving ke pulau Tidung, Pulau Harapan,Pulau Bira,Pulau Macan, Pulau Pahawang dan Pulau kiluan
11. Beli TV 42 Inch LED dan Home Theatre
12. Beli Sepeda bagus kuat dan tahan lama
13. Olahraga minimal 2x seminggu (CFD naik sepeda/lari dan ngeGym di kantor)
14. Membaca Al Qur'an One Day One Juz lebih istiqomah
15. Sholat Dhuha minimal 4 rakaat lebih rajin
16. Sholat Wajib tepat waktu dan berjamaah di masjid
17. Ikut kursus bahasa jerman
18. Mengikuti training pengembangan diri
19. Menulis 600 judul yang bermanfaat di blog
20. Traveling/Backpacker ke Malaysia dan Singapura atau australia
21. Membaca 12 buku minimal dalam setahun ini

Hmm... memang belum banyak.. nanti seiring waktu akan bertambah dan menuju target ini:
  • Menikah dengan wanita sholehah, cantik, cerdas dan kaya raya kalau bisa anak pejabat negara usia 25 atau 26 tahun 
  • Sudah mengelilingi 1000 tempat wisata di Indonesia sebelum usia 33 Tahun 
  • Mendapat Gelar Professor di usia 35 Tahun 
  • Memiliki Rumah Type 75, 2 tingkat dengan halaman yang luas dan pemandangan yang indah serta keamanan terjaga 
  • Memiliki Rumah Makan "Bintang Belimbing" di Depok dan Jakarta 
  • Bisa Mengajar anak-anak Kuliahan 
  • Mempunyai apartement di daerah depok yang lokasinya strategis 
  • Menjadi Pejabat Negara (Menteri, Eselon I, Staff Ahli, Eselon II) Sebelum usia 42 Tahun 
  • Sudah mengelilingi 100 Negara di Dunia sebelum usia 30 Tahun 

Wednesday, October 29, 2014

Sebuah Renungan untukku

Aku kini sampai di suatu zaman..
Yang manusianya sulit membedakan..
Antara kebenaran dan kebatilan..
Apakah mereka sudah tak punya pedoman?

Segala sesuatu kini menjadi abu-abu
Hitam dan Putih seakan menyatu
Coba tanyakan pada hatimu..
Apakah ia juga tak tau perbedaan itu?

...............................

Untaian kata-kata di atas merupakan gambaran pikiranku saat ini. Teringat masa laluku di saat orang berani menegur orang melakukan kesalahan dengan baik. Contoh saja bila guru mu merokok di sekolah dan punya tattoo, sebagai murid kita bisa menegur dan mengingatkan guru tersebut atau teman-teman gurunya bisa menasihati guru tersebut. Namun di zaman kini bila guru itu merokok lalu kita coba menasihati atau mengkritik, kita akan disalahkan oleh lingkungan. Mereka bilang guru itu lebih hebat, dia telah membuat banyak siswanya lulus sekolah, punya prestasi lah sebagai guru, masa gara-gara merokok kau menilai dia buruk? Biarkanlah sikap pribadinya menjadi urusannya, itu bukan urusanmu. Lagi pula apa ngaruhnya dia ngerokok atau nggak sama hidup mu?

Seringkah anda mendapat respons seperti itu di zaman ini?

Bukannya aku mau menggurui, tapi sosok-sosok yang jadi panutan, baik pemimpin negeri, pemimpin instansi, pemimpin sekolah, guru atau pemimpin keluarga sekalipun akan menjadi contoh bagi generasi selanjutnya. Bayangkan ketika satu hal yang salah kita biarkan. Dengan sendirinya generasi selanjutnya akan berpikiran bahwa kesalahan itu hal yang wajar. Maka wajar di Indonesia ditemukan Balita yang bisa merokok lebih dari 1 bungkus tiap harinya.


Itu baru hal dari merokok. Mungkin nanti ciuman,pelukan, bahkan berbikini menjadi hal yang dianggap wajar oleh generasi berikutnya. Coba tanyakan sekali lagi pada hatimu, apakah engkau ingin melahirkan suatu generasi yang seperti itu? Saat mereka tak bisa membedakan salah dan benar semua hal salah bisa dianggap benar dan begitu sebaliknya.

Tuesday, September 2, 2014

Strategi Konspirasi

Suatu rencana rahasia yang dilakukan oleh sekelompok rahasia dan memiliki pengaruh serta kekuasaan dan seringkali memperdaya dan memanipulasi fakta untuk menggiring opini publik untuk mencapai suatu tujuan besar. Pengertian di atas merupakan contoh pengertian teori konspirasi yang berusaha menjelaskan penyebab suatu peristiwa utama dari serangkaian peristiwa yang terjadi.

Untuk memudahkan pemahaman, coba anda bayangkan suatu pasar tradisional yang pada tahun 1980-an merupakan pusat perdagangan yang paling ramai dan sering didatangi oleh masyarakat sekitar. Tukang buah, tukang sayur, tukang daging, tukang ikan dan yang lainnya berjualan tidak mengambil untung banyak namun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keramahan dalam melayani konsumen, harga yang sangat murah, komunikasi antar pembeli dan penjual dengan tawar menawar dan produk yang alami (tanpa pengawet atau zat kimia) merupakan daya tarik bagi konsumen untuk bertransaksi di tempat ini.

Menurut hukum supply and demand dalam dunia mikroekonomi, pasar tradisional akan terus berkembang pesat seiring naiknya permintaan terhadap kebutuhan. Sampai pada saat kompetitor yang bernama pasar modern ini datang. Akan tetapi, konspirasi sebenarnya sudah dimulai sebelum adanya pasar modern. Pasar modern merupakan salah satu dari rangkaian peristiwa yang berusaha memanipulasi peristiwa utama yang menjadi tujuannya.

Sebelum memunculkan pasar modern untuk menarik keuntungan sebanyak-banyaknya, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat masalah yang akan berdampak sistemik pada pasar tradisional dan hal yang pertama dilakukan adalah menurunkan kepercayaan antara pembeli dan penjual. Hal itu sangat mudah dilakukan karena konspirator dapat mencari orang yang pandai berperan sebagai keduanya menjadi seorang pembeli dan penjual.

Sebagai seorang pembeli, sang pemeran membeli sedikit barang dari penjual namun mencuri lebih banyak dan dilakukan berulang-ulang. Hal ini menyebabkan kerugian kepada penjual sehingga menyebabkan peristiwa lain seperti, bangkrut, sang penjual jadi pencuri juga, atau setidaknya penjual menaikkan harga produknya dan selalu memendam curiga kepada setiap pembeli sehingga pelayanan ramah tidak dapat dia berikan. Salah satu daya tarik yang sudah berhasil dihilangkan oleh sang konspriator. Oh bukan satu, ternyata selain menghilangkan keramahan,harga perlahan naik menyebabkan kuantitas produk yang terjual menurun dan cepat busuk sehingga produk-produk alami pun berkurang karena pengawet sudah mulai masuk. Kemungkinan pembuatan pengawet tersebut sudah termasuk strategi yang telah dipikirkan oleh konspirator.

Perlahan konspirator menyuruh pemeran untuk memainkan peran sebagai seorang penjual bertujuan untuk menjadi kompetitor penjual pasar tradisional dan mengubah opini pembeli terhadap penjual pasar tradisional sebagaimana dia berhasil mengubah opini penjual terhadap pembeli pasar tradisional.

Sebagai seorang penjual, sang pameran menjual produk dengan harga lebih murah dan kualitas rendah sebagai tahap promosi untuk merebut konsumen penjual asli. Pintar melobi dan menjilat konsumen merupakan kunci keberhasilan dari proses bisnis yang menipui ini. Setelah konsumen lebih percaya pada pemeran ini, perlahan harga terus dinaikkan namun kualitas barang semakin rendah. Perlakuan seperti ini akan membuat konsumen merasa tidak puas dengan harga tinggi namun barang palsu. Belum lagi masalah kebersihan dan keamanan pasar tradisional yang menjadi faktor yang membuat konsumen tidak mau bertransaksi di pasar tradisional.

Peristiwa selanjutnya adalah konspirator akan mendapat produk yang lebih murah dari penjual yang hampir bangkrut atau kritis lalu ia jual di pasar modern. Perlahan pasar modern mulai berkembang, pemeran tadi akan disuruh konspirator untuk menghasut para pembeli ke pasar modern. Para penjual dipindahkan ke pasar modern yang tidak ada tawar menawar sehingga harga sudah pasti. Pasar Tradisional akan mulai sepi dan akan mudah untuk dihilangkan, entah dibakar sehingga tanah yang sebelumnya menjadi pasar bisa di renovasi menjadi apartemen,mal atau pusat pembelanjaan dan segala macamnya.

Sudah terbayang dari gambaran di atas?
Tanpa disadari kita bisa jad pemeran yang tanpa dibayar oleh konspirator untuk mencapai peristiwa lainnya.

Monday, January 20, 2014

Mentari di Kala Senja

Kini tiba aku menatap langit senjaku..
Ku sadari kisahku bersamamu sudah di penghujung waktu..
Karena sepertinya aku bukan masa depanmu...

Kini aku bak mentari senja..
perlahan-lahan terbenam dengan keindahan..
mengubah langit biru menjadi langit kemerahan..
dan perlahan menghilang.. bergantian dengan bulan

Pagi tadi adalah masa lalu
Malam nanti adalah masa depanmu
Senja ini waktu kita yang akan berlalu
Mungkinkah mentari sepertiku ada di malammu?

Andai satu jam berlalu dalam puisiku..
Sama seperti satu tahun berlalu dalam kehidupanku..
Maka 10 jam yang lalu adalah awal kita bertemu..
Dari terbitku pukul 6 pagi sampai sekarang pukul 16 di senjamu

Pada awal kita bertemu sinarku menghangatkan harimu..
Dan di siang hari kau menjauh karena terik panasku..
Lalu kini kita mendekat lagi di kala senja yang sendu..

Kini waktuku hanya tinggal 1-2 jam lagi tuk menemanimu..
Aku akan menunggu bulan menjemputmu, menemani malammu.
Kau tak akan dapat melihatku di malammu
Jadi izinkan aku melihatmu untuk terakhir kalinya di senjamu..

Jangan kau kejar aku ke bagian barat itu..
Kecepatan mu tidak secepat perubahan waktu..
semua akan berlalu.. dan aku telah memberi restu
padamu dan bulan yang memantulkan sinarku..

Jangan kau pikir aku meninggalkanmu..
Aku masih memberikanmu sinar kasih sayangku..
Melewati bulanmu itu.. sinarku memantul dari situ...
Jika kau rindu pada sinarku, maka tataplah bulanmu..

Jangan pula kau pikir untuk menunggu hari ini berlalu..
karena satu hari itu adalah kehidupanmu..
esok hari adalah kehidupan yang baru...
Sampai jumpa di kehidupan yang lain, masa lalu..

Jika kau tanya dengan siapa aku nanti..
Mungkin kau sudah tau mentari akan selalu sendiri...
Aku mentari yang akan menyinari insan di bumi..
Aku mentari... yang akan selalu menanti...
Menanti hal yang tak terganti..
Menanti dirimu mengisi ruang di hati ini kembali..
Menanti hidup bersama sang pujaan hati..