Tuesday, June 7, 2016

Hikmah Hari Kedua di bulan puasa

Hal menarik di awal bulan puasa kali ini adalah..


Membaca pengalaman mualaf yg baru masuk islam berpuasa di ramadhan pertama mereka...
Sangat menarik khususnya mereka yg jd minoritas di luar negeri.. kenapa sangat menarik? karena...

  1. di saat mereka baru mengenal islam dan masih belajar dari awal
  2. di saat adzan tidak dikumandangkan sebanyak di Indonesia, 
  3. di saat musim panas yg puasanya lebih panjang dari indonesia,
  4. di saat menjadi minoritas, bahkan cuma sendiri di keluarga / kotanya


Mereka menyambut Ramadhan dengan sangat antusias. Jangankan untuk taraweh berjamaah... menentukan kapan mulai puasa dan berbuka bagi mualaf ini aja sudah membuatku kagum ... belum lagi mereka sangat antusias mencari ilmu tentang islam.. ini membuat saya lebih bersemangat seperti mereka yang haus akan ilmu.
Harusnya saya lebih excited lagi dalam bulan yang suci ini :)

Ibaratnya orang kaya sedekah wajar.. misalnya dari penghasilannya 100 juta setahun dia sedekahkan sekitar 5 juta atau 5%... namun bagi orang yang penghasilannya 24 juta setahun dan sedekah 100rb setiap bulan punya nilai yang lebih dalam kualitasnya meski kuantitasnya lebih kecil.. dan juga dari segi kontinuitasnya sekali walaupun nominalnya besar dengan beberapa kali meski dengan nominal yang kecil pasti ada balasan yang berbeda.

Bukan masalah seberapa sering kita membaca Al-quran agar dapat khatam tanpa mengetahui artinya..bukan sekadar banyak hafalan saja.. tapi bagaimana kita mempelajari dan mengamalkan..

Namun bukan berarti kuantitas tidak penting, justru kuantitas itu sangat penting namun kualitaslah yang akan membuatnya menjadi lebih bermakna.

Semoga Ramadhan kali ini bisa menjadi insan yang lebih baik lagi...aamiin..

#noteToMyself

No comments:

Post a Comment