Dalam kehidupan ini terkadang ada
kalanya sekeras apapun usaha yang kita lakukan, tidak dapat mewujudkan sebuah
keinginan kita. Terkadang tak hanya usaha yang diperlukan, namun pengorbanan
dalam suatu keputusan. Dan untuk melengkapinya terkadang cukup doa dan tawakal
alias berpasrah diri karena ada yang Maha Kuasa untuk menentukan hasil yang
pantas ataupun yang baik untuk kita dapatkan.
Hal yang kita dapatkan tidak
sesuai dengan keinginan. Mungkin orang lain menilai usaha kita gak maksimal,
pengorbanan kurang banyak atau bisa saja kita kurang mendekatkan diri kepada
yang Maha Kuasa. Namun buat kita yang menajalankannya, mungkin itu udah
kemampuan maksimal yang mampu kita lakukan. Ini kadang membuat dilema dalam
kehidupan kita.
Dilema dalam memutuskan apakah
akan terus berusaha meski kita nilai tak akan memberi perubahan. Dilema dalam
menentukan apakah perlu untuk terus berkorban waktu, materi, atau mungkin
perasaan meski apa yang dikorbankan juga tak akan membuahkan apapun selain
kekecewaan.
Selain dilema, terkadang kita
merasakan kecewa atau menyesal dengan keputusan yang kita pilih. Seperti menyesal
tidak berusaha lebih keras atau menyesal karena usaha yang keras tidak
menghasilkan sesuatu hal yang diinginkan. Terkadang kita berhenti untuk
berpikir untuk menghilangkan keraguan atau dilema yang kita rasakan. Tak sering
keputusan yang diambil awalnya baik. Seakan kita terus maju padahal tanpa sadar
kita hanya berputar-putar pada jalan itu.
Tak ada jalan lain untuk keluar
dari lingkaran tersebut kecuali kita berkorban meninggalkan jalan itu. Namun
memilih jalan lain kadang memberikan keputusan yang sulit yang akan membuat
dilema kembali dan seakan-akan kita sering mendapat ujian remedial dalam
kehidupan ini.
No comments:
Post a Comment