Beberapa waktu yang lalu saya
menonton sinetron Indonesia.. ya judulnya kalau gak salah “Hanya Tuhan **** Tahu” (sengaja gak ditulis semua, pada tahukan
judulnya?). Ya dalam sinetron tersebut terdapat suatu desa yang benar-benar
bebas. Tidak ada aturan, bahkan tidak boleh ada agama yang diajarkan kepada
penduduk desa tersebut. Sekilas teringat sebuah paham yang disebut sekularisme.
Suatu paham yang menyatakan suatu instuisi harus berdiri terpisah dari sebuah
agama atau kepercayaan. Mungkin paham ini mencoba menjelaskan bahwa sesuatu hal
harus dilakukan berdasarkan logika atau berlandaskan sesuatu yang bersifat
logis bukan sekadar kepercayaan.
Sebenarnya agak berbeda sih
sinetron yang saya tonton dengan paham sekularisme ini namun yang akan saya
bahas di sini adalah dampak jika Agama dijauhkan dari suatu lingkungkan. Bisa
kita bayangkan bila tidak ada larangan di dalam agama untuk membunuh,mencuri,berbohong,
menipu atau bertindak asusila maka kita mungkin tidak akan percaya bahwa hal
tersebut adalah sebuah kesalahan. Bila tidak ada imbalan surga, maka apa yang
akan memotivasi kita untuk berbuat baik? Semua telah jelas diatur oleh yang
maha menciptakan kita tapi masih banyak yang gak mau diatur ini dan merasa dia
punya kebebasan yang sebebas bebasnya.
Mungkin ada beberapa orang yang
tidak percaya adanya tuhan, seperti sinetron yang saya tonton yang kebanyakan
preman-preman yang tidak percaya bahwa tuhan itu ada. Mereka melakukan seperti
itu karena kekecewaan mereka atas apa yang ia dapatkan padahal usahanya tidak
ada. Dalam dunia nyata, terdapat beberapa ilmuwan yang jenius yang juga tidak percaya
dengan tuhan bahkan meneliti keberadaan tuhan dengan mencari molekul-molekul.
Tapi sebenarnya bukan berati tuhan tidak ada, tuhan bukan mau menyembunyikan
dirinya dan sengaja tidak dilihat dan tuhan juga tidak ingin yang diciptakanNya
memikirkan asal usulNya melainkan tuhan tau sebatas apa kemampuan yang Ia
ciptakan. Dalam agama saya dikatakan bahwa manusia tidak akan sampai bila
memikiran tentang zat Tuhannya. Bahkan Nabi Musa aja, seorang nabi, ingin
melihat Tuhannya maka Tuhannya menyuruhnya untuk melihat matahari, melihat
matahari saja manusia sudah lemah bagaimana jika melihat sang penciptanya?
Ada sesuatu hal yang kadang akal
kita tidak mampu memikirkannya. Adakalanya kita cukup meyakininya. Bukankah
Tuhan sudah mengatur aturan hidup kita dalam agama kita masing-masing? Yang
perlu kita lakukan adalah mencari kebenarannya dan meyakininya. Memang tidak
salah sih jika sesuatu hal berjalan logis. Permasalahnnya adalah pernah kah kau
berpikir manusia melakukan kesalahan berulang-ulang dan Tuhan tahu itu, oleh
sebab itu tuhan membuat aturan dalam kehidupan agar kita tidak melampaui batas.
Aku membuat gambaran seperti ini :
Bayangkan manusia zaman dahulu
sering melakukan tindakan asusila mengikuti insting atau nafsunya seperti
hewan, dan lama kelamaan moral suatu bangsa itu bobrok. Datanglah seseorang
yang tuhan beri amanah untuk memperbaiki moral tiap manusia. Para manusia
diberikan ilmu, diberi tahu yang mana yang baik dan yang mana yang salah. Lalu
dijelaskan sebab akibatnya. Nah ketika orang yang diberi amanah ini wafat lalu
ada penerusnya dan seterusnya hingga suatu saat manusia kembali ke sifat
dasarnya dan melakukan kesalahan. Ada manusia yang masih percaya dengan apa
yang disampaikan oleh orang-orang di masa lalu, ada juga yang tidak percaya. Nah
yang percaya ini pasti tahu bahwa tindakan tersebut itu sebagai sesuatu
kesalahan sedangkan yang tidak percaya pasti perlu melakukan kesalah tersebut
dan merasakan dampak dari kesalahan untuk menyatakan bahwa hal tersebut salah.
Itu mungkin salah satu contoh
saja, bayangkan berapa banyak larangan yang sudah tuhan atur untuk kita semua?
Hal yang terjadi di masa lalu yang perlu kita jaga dan yang perlu kita
perbaiki, jika semakin dikit yang percaya dengan aturan tuhan ini maka sudah
pasti manusia akan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang hingga mungkin
dapat merusak lingkungan hidupnya.
Ya semoga ada hikmah dari tulisan
ini :D
Terima Kasih sudah membaca
No comments:
Post a Comment