Wednesday, September 4, 2013

Kasta Pertemenan Manusia

       Manusia sebagai makhluk sosial akan sering berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam berinteraksi ini terdapat banyak lawannya yang sering diberikan kasta. Kasta disini berdasarkan kedekatan manusia yang satu dengan manusia yang lain. Dimulai dari Orang Asing, Kenalan, Musuh, Teman, Sahabat, Pacar, Anggota keluarga (bisa adik-kakak, suami-istri,ayah-bunda dan saudara-saudara lainnya). Teman pun masih dikelompokkan juga menjadi teman dekat, teman sekelas, teman satu sekolah, teman satu kantor, teman satu angkatan, teman tapi mesra dan teman-teman yang lain.
       
       Sahabat merupakan teman-teman istimewa tempat kita berbagi cerita, canda tawa, sedih dan duka. Namun siapa sangka, kadang sahabat bisa mejadi orang asing juga. Kasta-kasta itu bisa saja berubah -berubah mengikuti kondisi keakraban kita. Kawan bisa jadi lawan dan musuh pun bisa jadi teman. Pacar juga bisa jadi mantan eh mantan juga bisa jadi pacar.. *hahaha

Banyak orang yang bertanya-tanya ...

"Kenapa ya orang yang tadinya temen deket jadi musuhan kenapa juga yang tadinya musuhan malah jadi akrab gitu?". 

      Mungkin kejadian hal yang sama sedang terjadi dan kita alami. Mungkin juga anda yang sedang membaca ini pernah menyaksikan peristiwa-peristiwa seupa yang menjadi pertanyaan di atas. Kira- Kira jawaban apa yang pas untuk menjawabnya? Mungkin perlu deskripsi untuk dapat membayangkannya.

      Misal setiap Fulan dan Fulanah bertemu mereka selalu saja bertengkar. Mereka saingan, selalu berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik dari yang lain. Biar musuhan seperti itu, mereka harus saling tahu kondisi satu sama lain terutama kelebihan dan kekurangannya. Tanpa disadari hal ini secara tidak langsung menjadikan mereka perhatian. Walaupun niat awalnya mau saling menjatuhkan lawan, tapi karena sikap perhatian yang seperti ini menjadikan mereka menjadi lebih dekat. Mereka saling mengenal satu sama lain. Akui saja, ketika orang yang sering kita ajak berinteraksi seperti musuh ini tiba-tiba pergi atau menghilang, kadang kangen juga kan mau ribut sama siapa lagi?

       Lain halnya dengan kasus seorang yang sudah sahabatan lama (bertahun-tahun) yang bisa saja menjadi orang asing untuknya. Banyak faktor-faktornya dan yang paling mempengaruhi adalah faktor komunikasi. Komunikasi selalu menjadi kunci eratnya suatu hubungan. Selain sikap-sikap yang lain yang harus kita perbaiki, interaksi yang kita lakukan sangat bergantung pada cara kita komunikasi yang baik. Biasanya kalau kita punya sahabat kita tau banyak rahasia tentang sahabat kita, kadang itu juga privacy yang harus kita jaga, istilah lainnya jaga kepercayaannya lah.

       Anggap saja aku dan dia sudah sahabatan lama, kita saling mengenal, saling berbagi cerita, waktu, suka dan duka, bahkan berbagi rejeki jika ada tapi kita gak pernah berbagi pasangan -Just kidding.. don't be so serious. Aku dan dia sudah berteman sejak lama sampai-sampai aku anggap dia sebagai saudara. Banyak juga waktu yang kita habiskan bersama. Tapi ternyata kedekatan kita itu membuat kita kadang tak punya batas, kadang hal yang ku anggap candaan biasa bisa saja melukai perasaannya dan hal itu sering kulakukan. Maaf dan maaf sudah berkali-kali terlontar keluar dan selalu saja dimaafkan.

       Hingga suatu saat sifat childish ku kambuh lagi dan aku melakukan hal yang sama, candaan yang ku anggap biasa saja kini melukai hatinya. Dia kecewa dengan sikap ku yang bertingkah layaknya anak kecil itu. Kini kupikir dia sedang menjauh dariku. Aku rindu ingin bertemu dia dan teman-temanku yang lainnya. Tapi sepertinya dia sudah malas menghadapiku. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, apakah hanya aku yang merindu sendirian? dan kini sahabatku yang dulu seperti orang asing bagiku.

       Apakah gambaran seperti tadi pernah terjadi? Kadang hal itu ada di drama korea atau sinetron tapi semua kejadian itu terjadi karena inspirasi kejadian nyata. Gambaran tadi menjelaskan bahwa kasta-kasta pertemanan bisa berubah, perubahan itu bisa saja terjadi dalam kurun waktu yang lama bisa juga dalam waktu sekejap akibat kesalahan kecil.

       Kejenuhan mungkin merupakan salah satu faktor yang merubah kasta tersebut, anggap saja udah jenuh jadi musuh makanya mereka jadi teman. Begitu juga sebaliknya, zona nyaman yang ada dalam persahabatan jika kita alami dalam intensitas yang tinggi dan tokoh-tokoh yang sama maka rasa jenuh itu yang membuat kita kadang perlu waktu untuk berinteraksi dengan tokoh-tokoh yang lainnya atau mengganti peran dan kasta pertemanan.

       Jika kejenuhan jadi alasannya, ya biarlah waktu yang merubahnya. Berikan waktu agar keadaannya bisa berubah karena manusia butuh waktu untuk menyadari kesalahan-kesalahannya. Sebaiknya kita pun harus berubah, instrospeksi jika banyak dari diri ini yang salah. Mumpung kita masih punya waktu untuk mengubahnya :)

Itulah fenomena pertemanan yang ada di dunia saya.  
Sekian dari saya
dan penutup dari tulisan kali ini quote dari twitter saya...
"Even E and F are so close, But it has different meaning, So Does Enemies and Friends"-@Azh_Man

No comments:

Post a Comment