Sunday, September 1, 2013

Flashback

Beberapa tahun lalu...

*teeeeeeeeet* bel pergantian pelajaran telah berbunyi. Para siswa menyelesaikan catatan yang harus dicatatnya untuk ujian minggu depan dan ada juga yang sudah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dan mengganti buku pelajaran berikutnya. Langkah demi langkah terdengar mendekati ruangan kelas 7E, sang pemilik langkah adalah guru matematika. Guru yang ditakuti oleh murid-muridnya itu telah masuk perlahan-lahan menuju meja guru. Sebenarnya bukan gurunya yang ditakuti melainkan pelajaran yang sulit dimengerti oleh kebanyakan siswa di 7E. Hal yang akan diajarkan untuk pertemuan kali ini adalah operasi aljabar. Bagi anak-anak kelas 7E ini adalah menjadi momok..

Ada yang takut dengan pelajaran ini, ada juga yang sangat ingin mempelajarinya lebih dalam lagi. Salah satunya si jago matematika ini. Itulah diriku. Hal yang bikin otak berpikir lebih logis dan mengasah kemampuan analisis adalah matematika. Seperti detektif yang memecahkan kasus, begitu juga memecahkan permasalahan soal matematika. Aku sangat suka dengan tokoh detektif yang bernama shinichi. Aku percaya bahwa tidak ada teka teki yang tidak terpecahkan.. tapi ketika menemukan soal matematika yang sangat sulit.. penyelasaianku hanya menyalahkan soal.. "soalnya salah nih, harusnya gak kayak gini soalnya....susah banget sih" dan kalau aku sudah berkata seperti itu.. yang lain pun menganggap sama.. kecuali orang-orang yang masih belum percaya jika soalnya salah.. dan namanya juga manusia.. kadang aku yang salah...

kini...

Tak pernah terpikirkan aku menjadi diriku yang sekarang. Dulu aku bercita-cita ingin menjadi penemu-penemu alat-alat canggih.. eh malah menjadi pengguna alat-alat canggih. Bukan itu deng.. hehe

Aku tak pernah berpikir akan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tidak pernah terpikirkan selintas pun tidak. Masa depan yang dulu aku inginkan sepertinya tidak pernah kulakukan sehingga tak ada yang tercapai. Apa karena aku dulu hanya orang yang berprinsip "Let it flow as the wind blow" sehingga aku hanya mengikuti arus dan sekarang aku terlalu jauh dari lintasan yang harus ku lewati. Mencoba kembali melawan arus? hmm.. aku rasa itu bukan ide bagus.

Aku tidak mau jadi sia-sia kembali.. walaupun ku tau tidak ada hal yang sia-sia karena apa yang kita lakukan dulu hasilnya adalah kita yang sekarang, dan yang kita lakukan sekarang adalah wujud dari diri kita di masa depan. Jika aku melawan arus sekarang mungkin aku akan mencapai masa depan yang dulu aku inginkan. Tapi yang sedang kupikirkan adalah.. apakah aku harus benar-benar melawan arus? untuk apa? apakah tidak bisa lewati arus yang menuju masa depan yang sama? atau apakah aku harus merubah masa depan yang pernah ku inginkan?

Aku ingin pasrahkan saja kepada Dia.. ya Dia yang menciptakanku.. memberikanku berbagai cobaan, ujian dan rintangan yang harus ku hadapi.. tapi Dia juga memberiku pertolongan, rezeki, nikmat, petunjuk, teman, lingkungan, keluarga dan segala sesuatu yang ku butuhkan untuk menghadapi setiap cobaan, masalah, ujian dan rintangan di kehidupanku.

Alhamdulillah :)

No comments:

Post a Comment