Pada Hari Jumat kemarin merupakan momen kami (saya dan sahabat surat saya) 2 bulan memulai surat menyurat. Seperti bulan sebelumnya, kami memilih satu surat dari 30 surat yang telah kami buat selama sebulan sebagai surat favorit.
Aku memilih surat ke-59 sebagai surat favoritku.. Kira-kira isinya seperti ini..
Assalamu'alaikum, Kakakku.
Apa kabar di kantormu?~
yang bernama,
~
Tukang ingat.
Ya, aku pengingat yang tangguh.
Tidak percaya?
Tukang lupa.
Ya, aku pelupa yang tangguh.
Tidak percaya?
Tidak percaya?
Hahahaha kamu sudah membuktikannya sendiri, bukan?
Aku pandai merekam jejak, asal kau tahu. Aku tidak mudah lupa, lebih tepatnya--me-lu-pa-kan.
Kau pasti sudah tahu baik dengan hal ini.
:)
:)
Ajaib.
Surat pertama darimu membuatku senyum-senyum gembira sebab pekerjaan menyenangkan ini (surat-menyurat) bisa mulai kulakoni.
Terima kasih.
Maka siapakah kita?
Anggap saja--ya, anggap saja--dua manusia yang hatinya belum berpindah
Jangkarnya masih tertambat kuat di dasar lautan--lautan yang mana? Ah, kita masing-masing tahu sendiri jawabannya.
Lambat laun kukerahkan sisa-sisa tenaga dan mengais bantuan dari orang-orang di luar sana, termasuk kamu, untuk menarik jangkarku, menanggalkannya.
Sudahkah berhasil terlaksana?
Ingin kuanggap iya, tetapi sayangnya aku tak tahu kenyataannya bagaimana.
Memangnya siapakah kita?
Anggap saja--lagi lagi anggap saja--dua manusia yang senang bersenda gurau sekaligus bersendu galau
Menyenangi kebebasan (ataukah itu hanya aku saja?)
Tak peduli apa kata orang
Tak sadar, ada helai-helai waktu kita yang kita biarkan beririsan.
Apa pula makna utang-utangan surat itu? Mengapa hukuman bayar utang harus dengan semisal mentraktir? Itulah yang membuat terjadinya pertemuan-pertemuan kita.
Siapa kita?
Dua orang yang sudah terbiasa.
Ada keping-keping rahasia yang telah kita bagi.
Ssssssttttt. Rahasia kita.
Apa sebutan kita?
Kurasa tak ada yang lebih pantas lagi selain
"sahabat baik selamanya"
Keberatankah kamu?
~
~
Perhatikan ini.
Ada helai-helai waktu kita yang kita iriskan.
Waktu kita pernah beririsan melalui pertemuan.
Ada keping-keping rahasia yang kita bagikan.
Rahasia kita menempati ruang tersendiri di antara kita. Tetaplah percaya, aku bisa dipercaya :p
Apa lagi yang kutahu tentang kita?
Apa lagi yang kautahu tentang kita?
Surat-menyurat setiap hari
Makan malam di dramaga
Makan malam di dramaga
Minggu malam lampion ipb
Berburu mug barbie
Buka puasa
Berpapasan kereta
Telah merencanakan beberapa agenda
Telah berkirim sms setiap hari
Maka apakah kita?
Kurasa memang itulah yang tepat,
"Sahabat baik selamanya"
~
~
Demikian suratku.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Sahabatnya Azka Ahdi.
No comments:
Post a Comment