Saturday, November 10, 2012

Komentar Sang Serangga 2

Hay semua..
Aku kembali lagi akan bercerita mengenai diriku..
Kalau cerita yang lalu aku bersama kawananku para serangga..
kini.. Aku sendiri

     Jika kau sudah membaca kisah kami sebelumnya kau tau mengapa aku sendirian sekarang. Yap.. Semua karena ulah manusia yang pernah kuceritakan sebelumnya. Akibat rumah-rumah kami sudah musnah untuk pembangunan makhluk yang diciptakan dengan sempurna itu namun sangat egois memikirkan ras-nya sehingga sekarang aku berjuang sendirian untuk bertahan hidup.

     Perkenalkan namaku Kun, kau tak perlu tau aku jenis serangga apa karena ku yakin kau tak akan peduli juga dan mungkin saja kau belum pernah melihat adanya aku. Apalagi di perkotaan tempat kau membaca ceritaku ini. Agar mudah anggap aja aku serangga sejenis mutan atau serangga yang hanya ada di dunia mimpi. Dengan begitu kau akan penasaran dan berharap bisa bertemu denganku :)

     Semenjak para manusia datang menghancurkan rumahku dan kawananku, para serangga kini hidup dengan cara beradaptasi mengikuti hukum alam "Yang kuat akan bertahan hidup dan yang lemah akan musnah." maka jangan heran kalau sekarang banyak mutan. Tengok saja si kucing jaman sekarang karena terlalu dimanja majikan dia takut terhadap si tikus yang liar dan bertahan hidup di lingkungan yang keras.

     Kini aku sedang bersembunyi dari keramaian kota, betapa tidak jika kau menemukan ku mungkin kau akan memasukkan aku ke dalam gelas kaca atau kaleng kaca bekas selai roti yang akan kau lubangi tutupnya agar aku bisa bernafas. Jika berbicara soal peernafasan, itu juga salah satu alasan kenapa aku bersembunyi sekarang. Bayangkan saja bagaimana lubang hidungku yang kecil bisa bernafas di saat kota-kota penuh dengan asap mobil, asap rokok, asap pabrik, asap pembakaran sampah dan bahkan asap obat nyamuk yang dapat membunuhku.

     Pengalamanku bertahan hidup sungguh sangat sulit. Tadinya aku berpikir hidup di kota itu bisa foya-foya seperti manusia di perkotaan zaman sekarang. Bisa nongkrong bareng-bareng dengan kawan-kawan di kelopak bunga (anggap aja kafe bagi manusia) dan memesan beberapa tetes nektar yang diambilkan oleh pelayan dari kepala sari (anthera). Ternyata kota tidak seindah yang kubayangkan, jarang sekali aku melihat adanya bunga yang mekar agar nektar bisa dihasilkan dan jika ada sudah pasti disemprot cairan seperti insektisida agar serangga-serangga tak bisa hinggap kesana.

     Perlu waktu yang lama untuk menemukan tempat yang cocok untuk aku tinggal. Mungkin manusia pikir enak punya sayap bisa terbang kesana kemari. Coba para manusia pikirkan bagaimana rasanya sepasang anggota tubuh kalian bergerak terus menerus menahan beban tubuh kalian dengan ketianggian lebih dari 1000 kali lipat tinggi kalian?!. Pegal bukan? berkeringat? Itu lebih berat daripada yang kalian rasakan cuma jalan 100 meter sudah kelelahan. Belum lagi ketika terbang menyebrangi jalanan yang penuh dengan kendaraan yang berkecepatan tinggi, disaat harus menahan beban tubuh aku juga harus menjaga keseimbangan dengan angin yang datang dari segala arah. Tak jarang kaca mobil, kaca helm bahkan bus kota pernah berbenturan denganku.

    Pada saat itu aku ingin tau jika manusia bisa terbang seperti kami lalu berhadapan dengan besi bergerak cepat berukuran 100x lipat dari tubuhnya, apa yang dirasakannya? SHOCK?!! ADRENALIN MENINGKAT?! taapii seruu kaan?? menghindari logam-logam bergerak itu bagaikan kalian pengendara motor menyalip-nyalip dengan kecepatan 100 Km/jam. Itu kalau kalian selamat, kalau berbenturan bagaimana? paling untung itu cuma lecet, atau patah tulang? tapi bahaya kematian bisa saja terjadi.

     Alhamdulillah, aku bersyukur hingga saat ini aku dalam keadaan sehat-sehat saja. Itu tadi salah satu pengalaman hidupku dengan kerasnya kota ini. Aku pernah menceritakan ini kepada sang nyamuk lho dan mengajarkan mereka bagaimana terbang yang cepat dan gesit. Lihat saja sekarang nyamuk semakin banyak yang susah ditangkap manusia. Jangankan ditepuk, di-smash dengan raket listrik pun mereka bisa menghindar dan pintar bersembunyi di tempat-tempat yang aman dari semprotan. hihihi...

Nantikan kisah ku dengan si nyamuk nanti ya...
yang masih penasaran siapa aku ini,, termasuk dalam golongan Lampyridae yang merupakan familia dalam ordo kumbang Coleptera, bukan Cleopatra meski aku secantika dia :)

Muhammad Azka Ahdi
11 November 2012

4 comments:

  1. bagus loh kaaa, kritik sosial dengan sudut pandang seekor serangga? nice idea :)

    mau komentar yaa, kalo bisa sih, gunain bahasa yang baku, atau minimal tata bahasanya dibenerin lagi deh, biar lebih nyaman bacanya. oiya, peptisida (atau mungkin maksudnya pestisida)itu buat tikus kalik, yang buat serangga namanya insektisida :p

    keep writing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. Thanks..
      nampaknya gw harus baca refrensi lebih detail XD

      oke..

      Delete