Di antara kami, ada yang usianya panjang hingga puluhan tahun,
ada juga yang hanya hidup tidak sampai 5 tahun..
namun kami selalu bersyukur.. kami selalu ada untuk saling membantu makhluk hidup lainnya.
Hidup kami sangat bergitu tentram dan damai..
Sampai pada saat segerombolan manusia datang ke tempat tinggal kami..
Mereka berpikir bahwa lahan yang menjadi tempat tinggal kami itu kosong
Mereka berpikir bahwa lahan itu akan menghasilkan uang yang banyak bagi mereka
Kadang aku bertanya pada diriku:
1. Bukankah sang pencipta menciptakan manusia hampir sempurna?
Apa susahnya bagi mereka untuk membuat lingkungan ini menjadi lebih indah,sejuk,asri dan melindungi makhluk hidup lainnya yang tak sempurna seperti kami?
Begitu mudahnya mereka menghancurkan bumi yang indah tempat kami semua tinggal menjadi gersang penuh debu.. dulu pepohonan tinggi dan rindang yang tidak merugikan alam telah mereka sulap dengan gedung mewah yang tinggi dan sejuk di dalamnya, namun freonnya merusak alam tempat kami tinggal.
Namun untuk mengobatinya alam yang rusak sakit ini butuh proses yang begitu lama..
2. Bukankah sang pencipta menganugerahkan akal kepada manusia untuk berpikir?
Lalu mengapa manusia hanya memikirkan uang? tak pernahkah mereka memikirkan kami? mau si kaya ataupun si miskin bagi kami sama saja.. hanya peduli akan uang, tak peduli akan lingkungan. tak peduli tentang kami si makhluk kecil..
liat saja sampah mereka buang sembarangan
jika si kaya membunuh kami dengan asap mobilnya
si miskin membunuh kami dengan asap rokoknya
Apa sekarang manusia bergantung pada uang?
Padahal kami para serangga tak pernah bergantung pada uang, namun hidup kami bisa lebih sejahtera apabila para manusia tidak merusaknya.
3. Bukankah sang pencipta menanamkan hati nurani untuk tiap insan di muka bumi?
dan apakah pada zaman ini hati nurani manusia hanya dipakai untuk sesama manusia saja?
tidakkah hati nurani dapat merasakan penderitaan kami para serangga yang tempat tinggalnya telah binasa..
berganti menjadi tempat tinggal manusia yang kadang tidak cocok untuk kami..
ketika kami datang ke tempat tinggal mu, kau langsung membenciku.. kau coba membunuhku..
padahal aku berkunjung dan sedang beradaptasi dengan lingkungan yang kau buat..
kau liat berapa banyak jenis kami yang tersiksa karena tidak kuat melihat cahaya lampu mu?
kau rasakan betapa sulitnya kami mencari makanan untuk bertahan hidup?
wahai makhluk yang hampir sempurna..
apakah keberadaan kami tak kau pedulikan?
bukankah tiap manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi?
kami masih meyakini firman itu..
oleh karena itu kami mohon..
JADILAH PEMIMPIN YANG ADIL...
ADIL UNTUK SEMUA MAKHLUK HIDUP..
KARENA TANGGUNG JAWABMU BUKAN HANYA KEPADA MANUSIA
TANGGUNG JAWABMU JUGA TERHADAP KAMI MAKHLUK YANG TIDAK SEMPURNA
8 November 2012
Muhammad Azka Ahdi
baguuuuus ka tulisannya. kayak barbie thumbelina :)
ReplyDeleteThanks ta,, btw gw gak tau tuh barbie thumbelina yang mana? Barbie ada banyak banget
Delete